Laporkan Masalah

POLA PERGESERAN KONTESTASI DAN KOALISI PARTAI GOLKAR DIY (STUDY KASUS: Kontestasi Internal Partai Golkar dalam PEMILU 2009 )

IMMANUEL REVAN EDLUS, Haryanto

2010 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Pada pemilu legislatif 2009, MK mengeluarkan keputusan yang berisi tentang pembatalan mekanisme perolehan kursi dewan dari sistem menggunakan nomor urut menjadi suara terbanyak. Putusan yang dikeluarkan MK ini cukup menuai kontrofersi baik pro atau kontra. Hal inilah yang terjadi pada pemilu 2009 silam, dimana terjadi pro dan kontra antar partai yang akan bertarung. Buntut dari pertentangan ini tentu saja semakin panasnya persaingan pada pemilu yang diadakan pada awal tahun 2009. Bahkan persaingan yang terjadi bukan hanya antar partai akan tetapi terjadi juga didalam partai. Setiap keputusan pastilah memiliki sisi positif dan sisi negative dalam hal penerapanya. Sisi positif dari keputsan ini adalah rakyar dapat memilih secara langsung wakil yang akan mewakilinya di kursi parlemen. sisi negative dengan keluarnya pembatalan pasal 214 UU No 10 Tahun 2008. Sisi negatifnya, kekuasan partai semakain dibatasi dimana partai hanya menjadi fasilitator saja. Selain itu juga hal ini memyebabakan makin banyaknya pelanggaran yang terjadi terutama pada saat kampanye. Para kandidat yang berusaha mendapatkan simpatik dari masayarat, pada awalnya berkoalisi membangun partai akan tetapi berubah menjadi lawan politik dengan memanfaatkan relasi yang dimiliki saling menjatuhkan. Partai yang bisa membaur dengan semua golongan atau yang biasa di kenal dengan Catch all party seharusnya menjadi partai yang sangat diuntungkan. Golkar dalam hal ini yang sudah dikenal halayak luas sebagai partai yang catch all. Partai golkar semestinya sangat diuntungkan dengan adanya keputusan ini, bisa dikatakan dengan mudah menghindari kontestasi internal yang terjadi. Pada kenyataannya masih saja ada kontestsai bahkan tidak jarang mereka saling menjatuhkan pada saat kampanye dengan cara yang positif ataupun dengan cara yang negatif. Hal ini disebabkan adanya persamaan kepentingan yang saling beradu dari masing-masing kandidat. Tidak menutup kemungkinan ujung dari kondisi seperti ini akan adanya perpecahan di internal partai. (Kata Kunci: Kontestasi, Keputusan MK, Koalisi, Kepentingan, perpecahan)

Kata Kunci : Partai Politik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.