PUNAKAWAN YANG BERTAHAN DALAM PENGABDIAN Memahami Perspektif Abdi Dalem Punakawan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Terhadap Kesejahteraan Sosial.
Kristian Hendra Permana, Djoko Suseno
2010 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Kraton Yogyakarta adalah ikon utama Provinsi DIY. Dalam hal pemerintahan, keberadaan kraton ini adalah sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, penerus Kerajaan Mataram Islam. Fakta kesejarahan tersebut tetap terjaga dan terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta sendiri di masa sekarang. Hal ini merupakan keunikan tersendiri yang menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu destinasi pariwisata budaya favorit di Indonesia. Sebagai sebuah kerajaan, Kraton Yogyakarta tidak terlepas dari empat pilar utamanya, yaitu : sultan, saudara-saudara sultan, seluruh kerabat kraton, dan abdi dalem. Dari keempat pilar tersebut, abdi dalem merupakan sosok yang paling mudah ditemukan, baik di klangan masyarakat yogyakarta, apalagi di dalam cepuri kraton. Keberadaan abdi dalem ini adalah sebagai pembantu sultan dalam mengurus tugastugas keseharian di dalam cepuri kraton Yogyakarta. Abdi dalem ini memiliki keistimewaan bila dibanding dengan masyarakat Yogyakarta lainnya. Keistimewaan itu ada pada kesetiaan yang mereka miliki pada sultan, yang diwujudkan dengan totalitas pengabdian mereka sebagai abdi dalem kraton yogyakarta. Pengabdian mereka memang dianggap oleh kebanyakan orang sebagai pengorbanan yang sangat besar karena seakan mengesampingkan kehidupan pribadinya sendiri. Sebagai bayangan, mereka baru mendapatkan gaji yang disebut dengan kekucah dalem setelah menjalani magang sekitar lima tahun. Gaji pertama mereka dengan pangkat jajar adalah Rp.5.000,00 per bulan. Untuk abdi dalem dengan pangkat tertinggi mendapatkan Rp.42.500,00 per bulan. Ketika banyak orang meragukan apakah kehidupan para abdi ini sejahtera, justru yang terlihat adalah para abdi dalem ini tetap tenang dan menjalani tugasnya dengan senang. Sebenarnya apa yang menjadi penguat bagi mereka untuk tetap bertahan mengabdikan dirinya pada sultan ? inilah yang akan coba penulis jawab dalam. Penelitian dengan metode kualitatif ini penulis lakukan di kawasan wisata kraton yogyakarta yang terletak di kelurahan panembahan, kecamatan kraton , DIY. Fenomenologi diambil sebagai pendekatan dengan pengambilan data terpilih (pusposive sampling). Dngan sampel utama diambil dari para abdi dalem pulakawan kraton dan juga pada beberapa masyarakat umum. Dari penelitian ini didapatkan fakta bahwa para abdi dale mini memang tidak enginginka harta yang banyak. Para abdi dale mini memiliki tujuan utama untuk mengabdi pada sultan karena adanya kepercaaan tentang “sawab berkah dalem”. Ini adalah sebuah keyakinan akan adanya berbagai keberkahan dan keberuntungan hidup yang akan melingkupi orang-orang yang sanggup dan rela menjadi abdi dalem. Kata kunci : pengabdian, kesetiaan, kesejahteraan, volunterisme budaya.
Kata Kunci : Budaya Jawa