Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DALAM INDUSTRI PARIWISATA (Makna Pemberdayaan Bagi Perempuan Pekerja Industri Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta)

Andri Setianto, Janianton Damanik

2010 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Yogyakarta sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang dapat dikatakan bertaraf internasional, tentu saja memiliki industri pariwisata yang cukup berkembang dengan pesat. Banyak dijumpai industri pariwisata seperti hotel, agen perjalanan, kawasan wisata maupun pusat penjualan oleh-oleh. Dengan banyaknya industri pariwisata tersebut, juga membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit jumlahnya. Peluang inilah yang juga dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin bekerja, tidak terkecuali kaum perempuan. Oleh kare ini, sering dijumpai para pekerja di industri ini didominasi oleh kaum perempuan. Apalagi industri pariwisata yang juga identik dengan hospitality, yang lebih dimiliki oleh kaum perempuan. Pemberdayaan, merupakan kata yang sering didengar dan sebuah kondisi yang boleh dikatakan diinginkan oleh hampir setiap orang yang memahaminya. Kondisi positif yang menjadi sasaran tiap masyarakat, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia ini. Pemberdayaan juga menjadi sasaran utama dalam program-program pembangunan yang dicanangkan oleh petinggi-petinggi negara ini. Selain itu juga sering menjadi perbincangan hangat dalam dialogdialog kemasyarakatan. Apalagi bagi kaum perempuan, pemberdayaan merupakan salah satu bentuk perbaikan yang harus dicapai. Bagi kaum perempuan, dengan adanya pemberdayaan diharapkan dapat menghapuskan segala bentuk diskriminasi yang selama ini masih kerap terjadi. Dengan pemberdayaan itu pula kaum perempuan berharap adanya peningkatan peran dalam kehidupan bermasyarakat, supaya ada penyamarataan hak antara kaum perempuan dan lakilaki. Setiap orang pastinya punya pandangan masing-masing dalam memaknai sebuah pemberdayaan. Pemberdayaan itu sendiri juga sudah memiliki makna secara umum atau dapat dikatakan konsep akademis. Namun, apakah setiap pekerja perempuan dalam sektor pariwisata juga memiliki pandangan yang sama dalam memaknai sebuah pemberdayaan ? Melihat pengalaman-pengalaman yang dialami oleh masing-masing pekerja, pastinya mereka punya pandangan masingmasing ketika memaknai sebuah pemberdayaan. Pemberdayaan yang dirasakan oleh para pekerja perempuan ini pastilah berbeda-beda. Rata-rata dari mereka menganggap bahwa pemberdayaan merupakan kondisi dimana perempuan punya kekuatan atau power untuk mengembangkan kualitas dirinya. Namun, ada sebuah pernyataan unik yang dilontarkan oleh salah seorang pekerja adalah bahwa pemberdayaan justru merupakan suatu kondisi yang negatif. Pemberdayaan baginya merupakan suatu bentuk eksploitasi terhadap kaum perempuan dan justru seharusnya perempuan lebih berhati-hati terhadap pemberdayaan tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan tidak hanya memiliki makna yang positif, melainkan juga dapat mengalami pergeseran makna menjadi makna yang negatif seperti yang dirasakan oleh pekerja perempuan tersebut. Kata kunci: pemberdayaan, industri pariwisata, pekerja perempuan.

Kata Kunci : Perempuan; Pariwisata


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.