PERSEPSI TENTANG SEKSUALITAS DI KALANGAN REMAJA SMA ( Penelitian di SMA Negeri dan SMA Swasta Kecamatan Karanganyar
Galih Perasa Endo, Susi Daryanti
2010 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Seksualitas adalah bagian yang integral dalam kehidupan manusia serta tidak hanya berhubungan dengan reproduksi tetapi juga terkait dengan masalah kebiasaan, agama, moral, dan hukum. Pada era global sekarang ini, hampir semua informasi dapat diakses oleh siapa saja melalui berbagai media cetak maupun elektronik. Dengan adanya perkembangan informasi yang semakin variatif dan menyeluruh, maka akan membawa perubahan pada masyarakat khususnya pada kelompok usia remaja. Seiring dengan perkembangan anak menjadi remaja dengan diikuti perkembangan secara fisik, psikis maupun lingkungan maka dorongan rasa ingin tahu remaja tentang hal-hal yang baru akan bertambah termasuk masalah seksualitas, karena pada masa remaja terjadi proses perkembangan dan pematangan alat dan fungsi reproduksi. Sebagian besar dalam masyarakat kita terutama orangtua masih beranggapan tabu ketika membicarakan seksualitas kepada anak remajanya. Apabila remaja kesulitan mendapatkan informasi, khususnya melalui sekolah dan keluarga, maka mendorong remaja untuk mencari sumber informasi yang dapat dijadikan acuan untuk memenuhi kebutuhan informasi seputar seksualitas, yaitu media massa, teman sebaya, maupun lingkungan pergaulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi remaja usia SMA mengenai seksualitas, faktor apa saja yang membentuk persepsi seksualitas serta pengaruh faktor pembentuk persepsi terhadap perilaku seksual remaja. Lokasi penelitian di SMA Negeri dan SMA Swasta yang berada di wilayah Kecamatan Karanganyar dengan mengambil informan remaja SMA usia 15-18 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Analisa data yang digunakan yaitu penyajian data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Untuk memeriksa keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian dapat peneliti simpulkan bahwa remaja masih belum memahami dengan baik dengan seksualitas dan tingkat pemahaman remaja berbeda-beda serta beberapa remaja sudah pernah melakukan hubungan seksual. Hal ini disebabkan adanya faktor yang mempengaruhi persepsi remaja tentang seksualitas meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri remaja yaitu adanya perkembangan fisik dan psikologi. Sedangkan faktor eksternal meliputi adanya pengaruh teman sebaya dan lingkungan pergaulan, peran orangtua dalam interaksi dengan anak remajanya, dan pengaruh media informasi dan komunikasi. Persepsi seksualitas yang tidak tepat ditunjukkan bahwa remaja menganggap tayangan yang berbau erotis atau video porno merupakan salah satu bentuk pendidkan seks. Informasi seksualitas dari keluarga sangatlah kurang bahkan ada yang tidak mendapatkan. Informasi seksualitas, baik yang memberikan kontribusi yang positif maupun berdampak negatif, banyak didapat dari teman, media informasi seperti internet, majalah, televisi.Pembelajaran seksualitas sudah saatnya diberikan dan diterapkan dalam pendidikan formal kepada remaja agar remaja memiliki pemahaman yang benar tentang seksualitas serta menjadikan remaja untuk lebih bertanggungjawab pada tindakannya.
Kata Kunci : Seksualitas