Persepsi Masyarakat Yogyakarta terhadap Praktik Ciuman Romantis di Ruang Publik (Studi Perubahan Psiko-Sosio-Kultural atas Perebutan Ruang: Transformasi Keintiman sebagai Bentuk Privatisasi Ruang Publ
Adriani Dwi Kartika Zulivan, --
2010 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Awal mula kajian ini adalah ketertarikan penulis terhadap fenomena transformasi keintiman di ranah Yogyakarta, sebuah wilayah yang identik dengan identitas budaya dan pendidikan. Menyandang status sebagai ”masyarakat budaya” dan ”masyarakat terpelajar” menjadikan orang-orang Yogyakarta sangat berhati-hati dalam bersikap dan bertindak. Sebagai masyarakat berbudaya Jawa, orang Yogyakarta menerapkan falsafah Jawa dalam hidupnya. Falsafah Jawa mencakup segala hal menyangkut kehidupan. Persoalan intimasi dalam artian seksualitas merupakan salah satunya. Salah satu bentuk aktivitas seksual adalah berciuman. Dalam kerangka pikir masyarakat Indonesia, khususnya dalam tatanan budaya Jawa, perilaku berciuman merupakan perilaku yang seharusnya ditempatkan dalam kerangka aktivitas domestik/privat. Karena jika tidak, hal ini akan berdampak buruk terhadap tata kehidupan sebagai etika hidup masyarakat. Namun pada kenyataannya kini, berbagai aktivitas pribadi dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Banyak hal fundamental yang bisa dimulai dari sebuah kajian mengenai praktek ciuman. Dengan mempermasalahkan ciuman, maka secara otomatis peneliti juga mempermasalahkan bagaimana ruang umum dan ruang pribadi dikonstruksi dan direbut dalam kehidupan masyarakat. Arti penting berciuman dalam penelitian ini bukan terletak pada makna tekstual interpretasinya, melainkan pada konsep ruang di mana aktivisme itu dilangsungkan. Ada apa dalam kehidupan masyarakat kita? Apa yang terjadi di balik semua itu? Mengapa ciuman di tempat umum dikutuk? Mengapa ciuman menjadi masalah? Mengapa justru ciuman? Penelitian ini akan dikembangkan ke perbincangan mengenai agama, sosial, budaya dan relasinya dengan proses-proses transformasi keintiman dalam masyarakat Yogyakarta. Kemudian diamati bagaimana reaksi dan anti-reaksi yang muncul atas fenomena berciuman di ruang-ruang publik. Oleh karena itu, penelitian berjudul “Persepsi Masyarakat terhadap Ciuman Romantis di Ruang Publik Yogyakarta” menjadi menarik untuk diamati.
Kata Kunci : Psikologi Sosial