Laporkan Masalah

KONTROVERSI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI): FRAME ANALYSIS BERITA FATWA HARAM GOLPUT DI HARIAN KOMPAS DAN REPUBLIKA

RENDIKA PREMANA, Wisnu Martha Adipura

2010 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui serta menganalisis, frame / bingkai apa yang digunakan oleh harian Kompas dan Republika dalam mengemas berita mengenai fatwa haram golput oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa haram golput sendiri dikeluarkan oleh MUI karena kekhawatiran akan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu. Tetapi persoalannya adalah dalam demokrasi memilih atau tidak ketika pemilu adalah hak. Sehingga sejak awal keluarnya gagasan tentang fatwa haram golput, hingga setelah disahkan menjadi fatwa oleh MUI, fatwa haram golput ini telah mengundang sikap pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Pandangan pro dan kontra terhadap fatwa ini juga berlangsung di media cetak maupun elektronik. Mengingat media adalah sebuah institusi yang aktif, memiliki nilai serta pandangan sendiri, maka berita tidak akan pernah benar - benar objektif karena selalu ada kepentingan yang coba disampaikan atau disembunyikan oleh media tadi. Pandangan tersebut selaras dengan pemikiran paham konstruksionalisme. Sehingga berita diyakini memiliki bingkai tertentu yang digunakan untuk memberikan pemahaman tertentu pada pembaca. Untuk mengetahui dan menganalisis bingkai tadi, penelitian ini akan menggunakan model analisis bingkai oleh William A Gamson dan Andre Modigliani. Analisis data pada penelitian ini bersifat deskripsi – interpretasi kualitatif. Salah satu temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas dan Republika sebagai media cetak skala nasional, memberikan ruang tumbuh bagi berkembangnya paham Demokrasi pada para pembaca dan masyarakat secara umum. Kata – kata kunci: bingkai berita, Republika, Kompas, fatwa haram golput, pemilu, media, konstruksionalisme, analisi s bingkai.

Kata Kunci : Media; Fatwa MUI


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.