Laporkan Masalah

KONDISI PENDIDIKAN ANAK MIGRAN DI KOTA SAMARINDA (Analisis Data RUMiCI 2009)

WARDA LATIFIANA, Partini

2011 | Skripsi | Sosiologi

Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Hal ini menjadi penting, terutama untuk kalangan anak yang berasal dari keluarga migran desa-kota yang memang bertujuan untuk mencari penghidupan yang lebih baik dengan meninggalkan desa asal. Penelitian ini difokuskan pada kondisi rumahtangga masyarakat migran yang sedikit banyak akan mempengaruhi pendidikan anak-anak mereka Rumusan pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana perbedaan tingkat pendidikan antara migran dan non migran di kota Samarinda dan bagaimana perbedaan tingkat pendidikan anak migran jika dilihat dari status ekonomi rumahtangga, pendidikan orangtuanya, serta jenis kelamin anak. Penelitian ini merupakan penelitian analisa data sekunder yang menggunakan data dari Survey Rural-Urban Migration in China and Indonesia (RUMiCI) tahun 2009 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Data yang dianalisa sebanyak 596 orang baik laki-laki maupun perempuan dengan cakupan seluruh kecamatan di Kota Samarinda. Sedangkan untuk menganalisis pendidikan migran jumlah sample menjadi 315 orang dikarenakan hanya dipilin anak yang berstatus migran. Variabel dalam penelitian ini adalah jenjang pendidikan yang pernah/sedang ditempuh, status ekonomi rumahtangga, pendidikan orang tua dan jemis kelamin anak. Hasil dari analisis dalam tulisan ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan anak migran dan non migran tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil lain menunjukan terdapat perbedaan tingkat pendidikan anak migran jika dilihat dari status ekonomi rumahtangga dan tingkat pendidikan orangtua. Anak yang berasal dari rumah tangga kaya cenderung lebih tinggi tingkat pendidikannya, karena mereka lebih memiliki kemampuan untuk memberikan fasilitas pendidikan kepada anak-anaknya dibandingkan dengan anak dari rumahtangga miskin. Anak yang orang tuanya berpendidikan tinggi tingkat pendidikannya relatif lebih tinggi daripada yang anak yang orang tuanya berpendidikan rendah. Sedangkan jika dilihat dari jenis kelamin anak, untuk kelompok umur 6-15 tahun terdapat perbedaan tingkat pendidikan antara laki-laki dan perempuan tetapi pada kelompok umur ≥ 16 tahun ternyata tingkat pendidikanya tidak jauh berbeda.

Kata Kunci : Pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.