Petani Vis-A-Vis Penguasa Dan Pemilik Modal Dalam Pemberitaan Media (Analisis Framing Pemberitaan Sengketa Penambangan Pasir Besi di Kulonprogo pada Surat Kabar Kedaulatan Rakyat Periode Tahun 2008-20
DAMAYANTI, Acniah , Nunung Prajarto
2011 | Skripsi | Ilmu KomunikasiMedia massa sebagai public sphere merupakan ranah pertemuan tiga entitas; negara, pasar, dan masyarakat. Berperan sebagai pilar keempat demokrasi, media massa bukanlah sebuah area yang otomatis steril dari penetrasi kekuasaan formal dan modal dari dua supra-struktur, negara dan pasar. Dalam kasus sengketa penambangan pasir besi di Kulonprogo, Yogyakarta, Kedaulatan Rakyat merupakan media massa lokal yang aktif dalam memberitakan perkembangan konflik yang melibatkan unsur masyarakat, negara, dan pasar tersebut. Kedaulatan Rakyat mempunyai jargon menyuarakan hati nurani rakyat, sedangkan di sisi lain media ini juga dikenal kurang vokal dalam menyuarakan kritik terhadap penguasa. Penelitian ini ingin melihat bagaimana Kedaulatan Rakyat memberitakan konflik ini melalui bingkai berita yang tersaji di dalamnya. Framing pemberitaan akan dilihat berdasarkan tiga etape waktu konflik, yaitu sebelum, pada saat, dan setelah penandatangan Kontrak Karya penambangan pasir besi. Dengan melihat framing berita yang tersaji, dapat diamati agenda yang diusung media massa dalam usaha membentuk wacana yang harus dipikirkan khalayak terkait sengketa penambangan pasir besi Kulonprogo. Kata kunci: public sphere, konflik, pemberitaan media, framing, agenda setting
Kata Kunci : Media; Penambang Pasir