SOSIALISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL (Deskripsi Strategi dan Implementasi Komunikasi Untuk Sosialisasi Program Pembangunan Pertanian Kabupaten Bantul)
YOHAN PRIMA MAHESA RANGGA JAYA, Syafrizal
2010 | Skripsi | Ilmu KomunikasiDinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, sebagai aktor utama dalam pembangunan program pertanian di Kabuaten Bantul, selama ini telah menjalankan program dan sosialisasi pertanian kepada masyarakat. Sesuai dengan penelitian yang telah dijalankan mulai dari bulan April hingga Juni 2009, peneliti berusaha melihat secara mendalam strategi dan implementasi Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul dalam rangka mensosialisasikan program pembangunan pertaniannya kepada masyarakat petani. Dengan metode kuantitatif dan kualitatif, peneliti berusaha memetakan rencana program serta kondisi yang sudah terjadi di lapangan. Berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan, peneliti menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang telah dijalankan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul telah berjalan baik dengan proses timbal balik yang berkesinambungan. Strategi komunikasi dalam kegiatan sosialisasi program pertanian Kabupaten Bantul dilakukan dengan cara pendekatan komunikasi yang mendalam dan menyasarkan pihak-pihak (petani) yang dianggap sesuai dengan target sasaran dari program tersebut. Pendekatan komunikasi tersebut juga dilakukan dengan merangkul aparatur desa untuk membantu dalam kegiatan sosialisasi program pembangunan pertanian tersebut, sehingga kegiatan komunikasi yang dilakukan akan lebih dapat diterima dan dipahami oleh para petanis sebagai target sasaran dari program pembangunan pertanian tersebut. Di dalam pendekatan komunikasi dalam sosialisasi program tersebut dilakukan dengan menggunakan pola komunikasi vertikal (atas ke bawah, dan bawah ke atas). Pola komunikasi tersebut dilakukan untuk membangun dan menjaga arus komunikai dapat diterima oleh pihak-pihak yang berkaitan, dalam hal ini adalah Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul dan juga para petani sebagai target sasaran program tersebut. Kegiatan komunikasi vertikal tersebut dilakukan mulai dari musyawarah tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten dan sebaliknya juga berjalan dengan baik. Dengan demikian, masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya kepada pejabat di tingkat atas dan kemudian informasi serta kebijakan dari atas bisa dirasakan hingga tingkat bawah sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani. Selain itu, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul juga memanfaatkan media massa sebagai salah satu strategi komunikasi dalam mensosialisasikan program pertanian. Program di salah satu televisi (Taman Gabusan) dan radio (Gerbang Projo Tamansari) lokal cukup memberi ruang diskusi bagi pihak dinas dan masyarakat luas. Sedangkan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul juga memiliki program bincang-bincang yang disertai telepon interaktif dengan menghadirkan beberapa pejabat yang memiliki wewenang di bidang pertanian. Kedua acara ini cukup efektif dalam penyaluran informasi pada masyarakat luas. Menurut implementasi program pertanian di lapangan, peneliti menyimpulkan bahwa Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul memiliki perpanjangan tangan dalam pelaksanaan program pertanian. Hal ini menjadi kunci sukses keberhasilan program pertanian di Kabupaten Bantul, khususnya Kecamatan Sewon. Di sini peranan PPL dan mantri tani sangat besar, mulai dari penyuluhan dan pendapingan hingga sebagai jembatan komunikasi antara petani dan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul. Jika dilihat pada level target dari program pembangunan pertanian tersebut, yaitu para petani di Kabupaten Bantul, respon yang diberikan oleh para petani tersebut adalah respon yang bersifat positif. Artinya para petani menerima dan mengikuti berbagai sosialisasi dan menerapkan program tersebut kedalam sistem bercocok tanam mereka. Hal tersebut terbukti dengan adanya penerapan berbagai teknik bercocok tanam yang diajarkan dalam program pembangunan pertanian oleh para petani kedalam sistem pertanian mereka. Mulai dari kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh para petani di berbagai desa di Kabupaten Bantul, penerapan penjadwalan bercocok tanam, ataupun perawatan tanaman pertanian, semuanya terebut diikuti dan diterapkan oleh para petani sebagai target sasaran dari program tersebut di Kabupaten Bantul. Dan dengan adanya PPL, mantri tani serta aparat desa setempat, setiap program yang sudah di rencanakan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul mampu berjalan sesuai dengan harapan. Mereka mampu menjangkau semua kalangan, membangun komunikasi dan kekeluargaan yang baik serta menjadi teman dalam berbagi masalah seputar pertanian. Dengan adanya kedekatan semacam ini menjadikan program yang sudah baik bisa di terima dan di implementasikan tanpa menimbulkan masalah yang berarti. Selain itu, mayoritas masyarakat merasa puas dengan program-program yang dijalankan oleh dinas pertanian dan kehutanan. Setiap program yang ada dianggap telah mengakomodir kepentingan dan kebutuhan masyarakat petani sehingga petanipun merasa bahwa program yang ada mampu menjawab permasalahan yang ada selama ini.
Kata Kunci : Analisa Kebijakan