Laporkan Masalah

Kontribusi Faktor Komunikasi Dan Kelembagaan Terhadap Efektifitas Program Pembangunan Rusunawa ( Kasus Rumah Susun Sederhana Sewa Kota Jogoyudan, Kali Code, Yogyakarta)

KURNIAWATI, Yuni Dwi, Yeremias T. Keban

2010 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Berdasarkan hasil analisis pada Bab V dan VI mengenai efektivitas dan faktor-faktor penentu efektivitas program pembangunan rusunawa, maka penulis mendapatkan beberapa kesimpulan, yaitu: 1. Efektivitas program pembangunan rumah susun sewa kota (rusunawa) di Jogoyudan Kali Code tergolong sebagai program yang belum efektif. Hal itu dapat dilihat dari penilaian beberapa indikator yang dipakai untuk mengukur efektivitas program pembangunan. Pertama, ketepatan sasaran penghuni. Pembangunan rusunawa belum mengarah pada ketepatan kelompok sasaran, data yang diperoleh di lapangan sebesar 10% penghuni yang tinggal di rusunawa memiliki penghasilan di atas rata-rata, padahal dalam ketentuan yang ada penghuni yang berhak menghuni rusunawa adalah penghuni yang memiliki penghasilan di bawah rata-rata atau sebatas UMP. Selain itu, sebesar 7,74 % dari keseluruhan penghuni berasal dari Luar Kota Yogyakarta, sedangkan dalam ketentuan yang ada Rusunawa Jogoyudan ini diperuntukkan bagi masyarakat Yogyakarta. Kedua, dari segi ekonomi, keberadaan rusunawa Jogoyudan dapat meringankan perekonomian bagi pennghuni baru. Hal itu karena biaya sewa rusunawa Jogoyudan lebih murah dibandingkan dengan biaya sewa rusunawa lain ataupun biaya sewa kontrakan. Namun, bagi penghuni lama keberadaan rusunawa Jogoyudan justru menambah beban perekonomian karena biaya sewa rusunawa jauh lebih mahal ketimbang biaya sewa asrama Ledhok Code. Ketiga, Kondisi fisik rusunawa jauh lebih tertata dan menjadi bangunan yang permanen dibandingkan sebelumnya, akan tetapi dari segi kualitas bangunan dan fasilitas yang ada belum memadai. Kerusakan yang parah adalah pada bangunan kamar, yakni terdapat kebocoran dan merembesnya air pada dinding-dinding atap. Oleh karena itu, kepuasan belum dirasakan baik oleh penghuni lama maupun penghuni baru rusunawa Jogoyudan Kali Code. 2. Efektivitas pelaksanaan program pembangunan rusunawa di Jogoyudan Kali Code dipengaruhi oleh beberapa faktor: a. Komunikasi. Efektivitas program pembangunan rusunawa tercapai ketika masyarakat ikut mendukung dan berpartisipasi dalam melaksanakan program. Partisipasi dari kelompok sasaran diwujudkan dengan kesediaannya untuk beralih ke rusunawa. Peran komunikasi dalam bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh Disnakertrans adalah menginformasikan keberadaan rusunawa kepada penghuni lama asrama Ledhok Code, sehingga ada kejelasan yang didapatkan oleh kelompok sasaran mengenai tujuan program. Pemerintah menjanjikan kepada penghuni lama rusunawa bahwa semua penghuni lama asrama Ledhok Code mendapatkan jatah menempati rusunawa Jogoyudan. Selain itu, penghuni lama juga mendapatkan sejumlah uang ganti rugi sehingga penghuni bersedia untuk menempati rusunawa. b. Kelembagaan. Kepercayaan (social trust) mempengaruhi partisipasi penghuni asrama Ledhok Code untuk beralih ke rusunawa. Kepercayaan menjadi salah satu faktor yang berperan dalam mendukung efektivitas program pembangunan rusunawa Jogoyudan. Dengan adanya kepercayaan penghuni kepada sesepuh yang juga telah menyetujui keberadaan program pembangunan rusunawa, memunculkan pandangan yang berbeda kepada penghuni yang semula menolak adanaya pembangunan rusunawa. Penghuni lama yang tadinya menolak kemudian bersedia untuk beralih karena sesepuh mereka juga bersedia untuk pindah ke rusunawa. Selain itu, paguyuban yang merupakan salah satu wadah perkumpulan penghuni lama asrama Ledhok Code memilki peran untuk mengajak penghuni bersedia pindah ke rusunawa. Kebersamaan penghuni disatukan dalam satu paguyuban, dan dengan serentak penghuni bersedia untuk beralih setelah adanya kesepakatan dalam paguyuban tersebut

Kata Kunci : Pemukiman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.