Laporkan Masalah

Analisis Semiotik Representasi Artefak Budaya Indonesia (Tari Pendet, Wayang, Batik) Dadam Iklan ENIGMATIC MALAYSIA

BAYUWEGA, Adhisrestira , Widodo Agus Setianto

2010 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Sebuah iklan sebagai salah satu bentuk media komunikasi, didalamnya terdapat sebuah pesan yang disusun dengan tujuan tertentu. Sebuah pesan dalam iklan tersebut meskipun telah disusun sedemikian rupa oleh pembuat iklan, pesan informasi dalam iklan tersbeut dapat diterima oleh audiens sebagai komunikan dengan hasil yang berbeda-beda tergantung dari karakter dan latar belakang dari audiens tersebut. Terkadang pesan yang diterima dan diolah oleh audiens sebagai komunikan tersebut dapat berbeda dengan pesan yang disusun oleh pembuat iklan. Sehingga perbedaan tersebut terkadang menimbulkan sebuah kontroversi didalamnya. Meskipun begitu, sebuah pesan dapat juga diterima secara efektif oleh target dari media komunikasi tertentu, seperti iklan. Sebuah bentuk visual dapat digunakan untuk merepresentasikan sebuah pesan informasi yang dikemas kedalam bentuk sebuah simbol tertentu. Sebuah simbol visual memiliki arti tertentu yang berbeda-satu sama lain. Sehingga, dalam penyampaian sebuah pesan, metode yang dilakukan tidak hanya bersifat secara verbal saja, tetapi juga non verbal, baik itu melalui tanda ataupun simbol, seperti gambar, suara, warna, dan sebagainya. Pengemasan dari simbol-simbol yang didalamnya terdapat sebuah pesan harus mepertimbangkan apa isi dari pesan tersebut dan bagaimana makna dari pemilihan simbol yang digunakan untuk merepresentasikan isi pesan tersebut. Saat ini media sedang sangat aktif memuat berita kontroversi tentang iklan pariwisata Malaysia. Iklam Pariwisata Malaysia yang dimuat di saluran TV kabel, salah satunya discovery channel itu telah memasukkan unsur budaya Idonesia di dalamnya. Unsur- unsur kebudayaan Indonesia yang terdapat dalam iklan pariwisata Malaysia tersebut adalah, Tari Pendet dari Bali, Wayang Kulit dari Jawa tengah, serta Bunga Raflesia Arnoldi. Sebelumnya juga ditemukan unsur lagu Rasa Sayange, dan Reog Ponorogo di iklan pariwisata sebelumnya. Hal ini menjadi kontroversi karena telah mengejutkan banyak warga Indonesia sehingga pemerintah pun lalu mengambil sikap. Kalangan seniman Bali memprotes klaim Malaysia atas Tari Pendet yang digunakan dalam iklan itu. Iklan itu dianggap sebagai pencurian atas kekayaan budaya masyarakat Bali. Karena Tari Pendet merupakan tarian asli masyarakat Bali yang sebenarnya adalah tarian yang bersifat religius dan merupakan persembahan untuk dewa-dewa, selain itu wayang kulit juga sudah jelas dikenal sebagai budaya suku Jawa di Indonesia. Hal ini kemudian jadi kontroversi karena pemerintah Indonesia telah melayangkan protes kepada Pemerintah Malaysia, dan pemerintah Malaysia malah menyangkal bahwa iklan tersebut adalah iklan pariwisata Malaysia. Penggunaan Tari Pendet dalam program promosi dan iklan pariwisata Malaysia itu diakui pemerintah negara itu bukan merupakan produksi resmi mereka dan dianggap tidak ada hubungannya dengan iklan pariwisata Pemerintah Malaysia.

Kata Kunci : Budaya Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.