KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL MELALUI DIGITAL TALKING BOOK (DTB) PADA TUNANETRA: (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang DTB Berjudul “Life Mapping: Menciptakan Cetak Biru yang Ampuh untuk Memunculkan yang Te
ATIK MUTTAQIN, Budi Sayoga
2010 | Skripsi | Ilmu KomunikasiPenelitian ini bermaksud untuk mengungkap komunikasi instruksional bermediakan DTB atau Digital Talking Book untuk tunanetra khususnya DTB berjudul ’’Life Mapping: Menciptakan Cetak Biru yang Ampuh untuk Memunculkan yang Terbaik dari Dalam Diri dan Hidup Anda’’. Selain tujuan tersebut, penelitian ini juga hendak menyingkap bagaimana DTB dirancang dan disusun sebagai instrumen pembelajaran kaum tunanetra sekaligus untuk mengetahui karakteristik DTB sebagai salah satu instrumen pembelajaran bagi tunanetra dengan segala kekhususannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di dalamnya yang menggunakan teori proses komunikasi Harold Laswell dalam menganalisa proses komunikasi instruksional bermediakan DTB bagi tunanetra. Selain itu teori-teori persepsi juga turut mewarnai penelitian ini, karena kebanyakan penelitian tentang proses komunikasi bermedia menggunakan teori-teori persepsi dalam analisanya. Komunikasi instruksional sebagai bagian dari komunikasi pendidikan juga mensyaratkan pengertian akan proses-proses perubahan perilaku yang mampu dijawab oleh teori-teori belajar baik itu teori behaviorisme maupun teori kognitivisme. Selain itu teori perencanaan media bagi tunanetra dan media audio yang efektif bagi tunanetra serta bagaimana strategi pembelajaran bagi tunanetra ikut diulas dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mendengarkan DTB tunanetra juga melakukan seleksi mana informasi yang dianggap penting dan mana yang tidak. Selama mendengarkan DTB berjudul Life Mapping: Menciptakan Cetak Biru yang Ampuh untuk Memunculkan yang Terbaik dari Dalam Diri dan Hidup Anda masing-masing tunanetra berbeda dalam mengkategorikan mana informasi yang penting dan tidak, mana yang mendapatkan valensi positif dan bobot yang tinggi dan mana yang tidak, hal ini dipengaruhi oleh pengalaman dan persepsi setiap responden yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Selain itu, response dan feedback yang diberikan juga berbeda antara responden yang satu dengan yang lainnya, berbagai gangguan juga tak pelak turut meramaikan proses komunikasi instruksional melalui DTB ini. DTB sebagai media komunikasi sekaligus media pembelajaran bagi tunanetra, pada akhirnya menjadi media yang sangat cocok untuk tunanetra. Hal ini dilihat dari pesan yang dirancang didalamnya serta berbagai kelebihannya dan karakternya yang sangat disesuaikan dengan kebutuhan tunanetra. Pesan yang disusun di dalamnya beserta dengan cara pembacaanya dan hal-hal teknis lainnya telah diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan komunikan dalam komunikasi instruksional ini berdasar pada SOP dengan berbagai tahapan yang terdiri dari perencanaan, pembuatan, editing, penggandaan, dan distribusi yang mengacu pada standard yang dirumuskan oleh Mitra Netra yang diadaptasi dari Daisy Consortium bekerja sama dengan NLS, dan Dark & Light Blind Care. Kata kunci: komunikasi instruksional, persepsi, DTB, tunanetra dan strategi pembelajaran bagi tunanetra.
Kata Kunci : Komunikasi; Difabel