Mekanisme Pengelolaan Kegiatan Comde PT Santan Batubara Sebagai Wujud Implementasi Konsep CSR (Studi di Desa Dampingan Perusahaan yaitu Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Ker
PURNAMA, Heri, Danang Arif Darmawan
2010 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Meningkatnya peran batubara sebagai pemasok energi, membuat perusahaan pertambangan bermunculan di Indonesia, seperti yang terjadi di Pulau Kalimantan. Keberadaan perusahaan pertambangan ini ternyata membawa dampak positif sekaligus dampak negatif. Untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan perusahaan, maka perlu dilakukan internalisasi melalui pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR). Implementasi pengelolaan CSR dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan melaksanakan kegiatan community development (COMDEV). PT. Santan Batubara (SBB) merupakan perusahaan pertambangan batubara yang tergolong baru berada di Kalimantan Timur. Dalam upaya mengurangi dampak negatif dari aktivitas kegiatannya, perusahaan ini turut melaksanakan pengelolaan CSR melalui divisi community development. Untuk menjawab dua pertanyaan besar dalam penelitian, yaitu bagaimana mekanisme pengelolaan kegiatan COMDEV SBB sebagai wujud implementasi konsep CSR, serta apakah pengelolaaan kegiatan COMDEV memberdayakan masyarakat Desa Separi digunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Unit Analisis dalam penelitian ini adalah divisi COMDEV. Lokasi penelitian dilakukan di kantor operasi SBB dan salah satu desa dampingan perusahaan yaitu Desa Separi yang terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kertanegara. Pemilihan informan sebagai data primer dalam penelitian ini adalah aktor yang terkait dengan mekanisme pengelolaan kegiatan pengembangan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi (pemeranserta sebagai pengamat) dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengelolaan kegiatan COMDEV SBB sebagai wujud implementasi konsep CSR berjalan secara topdown. Mekanisme pengelolaan kegiatan COMDEV mulai dari tahap pemetaan sosial, tahap penyusunan program, dan pelaksanaan program dikendalikan secara penuh oleh perusahaan itu sendiri melalui CDO. Belum ada pelibatan dari masyarakat untuk ambil bagian dalam mekanisme pengelolaan kegiatan COMDEV. Selanjutnya, dengan melihat mekanisme pengelolaan COMDEV menimbulkan efek negatif terhadap pemberdayaan masyarakat seperti, pemberian bantuan yang bias ke elit desa. pembentukan FKM yang gagal, kemudian muncul FKM “Informal”, dan adanya potensi konflik dari program peternakan bebek. Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan COMDEV SBB belum memberdayakan masyarakat Desa Separi. Selain itu kegiatan COMDEV lebih menfokuskan pada upaya menjaga kelancaran bisnis perusahaan dan sedang berada pada tahap mencari bentuk ideal sehingga dalam proses pengelolaannya banyak mengalami kendala Keywords: batubara, COMDEV, top-down, belum memberdayakan
Kata Kunci : Corporate Social