Laporkan Masalah

PERANAN PELAYANAN KOPERASI SIMPAN PINJAM “KARYA AGUNG” DESA PLERET DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DUSUN TRAYEMAN

Denta Fahida Pristanto, Djoko Suseno

2010 | Skripsi | Sosiologi

Pada pertengahan tahun 2008, Pemerintah Desa Pleret membentuk suatu lembaga keuangan mikro, yakni koperasi simpan pinjam Karya Agung. Koperasi ini terbentuk atas kerja sama antara Pemerintah Desa Pleret dengan LSM Muslim Aid. Koperasi ini bertujuan untuk memberikan pinjaman kepada masyarakat miskin sehingga masyarakat miskin yang memiliki usaha bisa menambah modalnya. Selain itu, koperasi juga memberikan berbagai bentuk pelatihan usaha untuk tujuan pemberdayaan masyarakat kepada para anggotanya serta masyarakat pada umumnya. Penulis mengambil lokasi penelitian di Dusun Trayeman karena di dusun tersebut relatif banyak warganya merupakan warga miskin yang memiliki usaha rumah tangga. Fokus permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengenai partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan pelayanan koperasi Karya Agung dalam program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan dari koperasi simpan pinjam Karya Agung. Berbagai pelayanan yang diberikan koperasi berdasarkan kemauan dan kemampuan masyarakat adalah seperti sosialisasi, pelatihan pembuatan kue brownies, study banding peternakan, serta pelatihan usaha budidaya jamur tiram. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena sifat penelitian ini untuk memberikan gambaran dan menjelaskan permasalahan yang terjadi pada objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam. Selain itu penulis juga menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan telaah dokumen. Teknik analisa data yang dilakukan adalah dengan mereduksi data yang telah dikumpulkan untuk kemudian ditarik kesimpulan. Adapun untuk menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam program pelatihan- pelatihan usaha tersebut, penulis melihat dari munculnya berbagai respon masyarakat terhadap program tersebut. Namun, secara lebih teoritis, untuk menentukantinggi rendahnya partisipasi masyarakat dalam program pelatihan usaha, penulis menggunakan pendekatan metode Community Based Training/CBT (Pelatihan Berbasis Masyarakat). Dalam metode tersebut ada enam langkah atau tahapan yang harus dilalui dalam sebuah program pemberdayaan melalui pemberian pelatihan kepada masyarakat. Berhasil tidaknya tingkat partisipasi masyarakat yang tumbuh berkembang tergantung dari apakah masyarakat bisa melalui keseluruhan tahapan dalam metode CBT tersebut. Dari penelitian yang dilakukan penulis, didapatkan hasil bahwa partisipasi masyarakat dalam program sosialisasi, pelatihan pembuatan kue brownies, dan study banding peternakan dirasakan masih belum berhasil sepenuhnya. Hal ini dibuktikan dengan melihat berbagai respon yang muncul dari masyarakat terhadap program tersebut serta melalui tahapan dalam metode CBT dimana masyarakat tidak bisa menjalankan keseluruhan tahapan metode CBT tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa partisipasi masyarakat masih kurang dalam pelatihan tersebut. Sedangkan dalam program pelatihan usaha budidaya jamur tiram, pertisipasi masyarakat sudah dirasa berhasil karena masyarakat dengan bantuan pengurus koperasi mampu melalui keseluruhan tahapan dalam metode CBT. Namun, meski begitu, masih saja terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Kendala ini muncul dari pengurus koperasi yang makin lama bersikap acuh terhadap perkembangan pelatihan usaha budidaya jamur tiram. Keyword: pelatihan, partisipasi, metode CBT, pemberdayaan

Kata Kunci : Koperasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.