Laporkan Masalah

“ IMPLEMENTASI SISTEM PELAYANAN PENUMPANG MELALUI BOARDING PASS PADA TRANSPORTASI LAUT ” ( PT. PELNI TANJUNG PERAK SURABAYA)

Erwina Yuliasari, Ratminto

2010 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

PT. Pelayaran Nasional Indonesia cabang Surabaya adalah satu perusahaan yang bergerak dibidang penyedia jasa transportasi laut. Kurang dari dua tahun ini Pelni mengimplementasikan sistem kontrol keberangkatan (Departure Control), penelitian dilakukan karena dilatar belakangi masalah rendahnya pengawasan terhadap penumpang, akibatnya banyak terjadi kecelakaan penumpang yang cukup tinggi, sehingga perusahaan dan negara merugi secara tidak langsung. Sistem ini diimplementasikan berdasar pada UU No.17 tahun 2008 yang mengatur tentang Pelayaran tepatnya Bab XV Pasal 269 yang berisi tentang perbaikan layanan penumpang, maka Kantor Pelni Pusat menurunkan peraturan pelaksana dengan SK Direktur Usaha No. 2825 Tanggal 10 Juni 2008 yang berisi tentang Tatacara Departure Control System (DCS) dan Standarisasi Pengisian Aplikasi Tiketing Booking List Full On – Line. Penelitian ini berusaha menjelaskan bagaimana implementasi departure control, dan faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi. Teori utama yang digunakan adalah model implementasi yang diungkapkan oleh Mazmanian dan Sabatier dengan mengambil kemampuan karyawan dan teknologi informasi sebagai faktor utama dalam implementasi sistem layanan penumpang (Departure Control) di PT. Pelni. Penjelasan implementasi DCS sebagai sistem layanan penumpang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data antara lain wawancara, observasi lapangan, dokumentasi terhadap Pelni cabang Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Departure Control System (DSC) yang diterapkan oleh Pelni cabang Surabaya belum maksimal karena sosialisasi yang masih sangat minim, tindakan perusahaan juga belum sepenuhnya sesuai dengan tujuan, hambatan yang tidak diminimalisir. DCS juga belum dibarengi dengan ketersediaan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang seimbang dan belum optimal dalam penerapan teknologi dan informasi yang tepat guna. Kesimpulan penelitian ini adalah sistem departure control pada Pelni perlu banyak perbaikan baik dalam pemenuhan kepentingan penumpang, hak petugas, dan keajegan dalam perawatan teknologi serta informasi yang cepat dan tepat. Peneliti mengajukan beberapa rekomendasi yaitu perlu adanya pengawasan dan evaluasi yang sifatnya berkala, sanksi yang tegas untuk pelanggar aturan sistim internal maupun eksternal, sehingga dapat mewujudkan sistim yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.

Kata Kunci : Pelayanan Umum


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.