Laporkan Masalah

Modal Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal (Studi Tentang Strategi Pengembangan Pariwisata di Desa Wisata Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman)

Endang Dwi Ratnasari, Ari Sujito

2010 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian mengenai “Modal Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal (Studi tentang Strategi Pengembangan Pariwisata di Desa Wisata Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman)” mengambil objek studi masyarakat Desa Wisata Ketingan. Keberadaan desa wisata sebagai wisata alternatif memang tidak banyak didatangi pengunjung seperti tempat wisata yang berbasis rekreasional lainnya. Keberadaan desa wisata yang memerlukan partisipasi dari seluruh anggota masyarakat guna pengembangan kepariwisatan ke depan perlu di perkuat dengan adanya solidaritas dari seluruh warga masyarakat. Partisipasi yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan kepariwisataan kini tidak bisa diharapkan lagi keberadaannya ketika masyarakat Desa Wisata Ketingan mengalami permasalahan yang mengakibatkan stagnasi dalam usaha pengembangan pariwisata. Desa Wisata Ketingan yang terletak di Dusun Ketingan, Kelurahan Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman terkait upaya pengembangan Wisata telah dilakukan dengan dukungan pemanfaatan modal sosial. Desa Wisata Ketingan memiliki pesona fauna berupa habitat ribuan burung Blekok dan Kuntul. Burung Blekok dan Kuntul hadir di Dusun Ketingan sejak tahun 1997 dan menempati hampir semua wilayah Dusun Ketingan berikut rumah penduduk. Hingga pada tahun 2002 dinobatkan sebagai satu-satunya desa wisata fauna di Kabupaten Sleman oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode penelitian kualitatif deskriptif dengan format studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, dokumen dan wawancara mendalam untuk mengetahui perbedaan strategi yang dilakukan guna pengembangan Desa Wisata Ketingan dan perbedaan pemanfaatan modal sosial berikut permasalahannya. Informan diambil dari masyarakat Desa Wisata Ketingan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, dan Pamong Desa Tirtoadi. Analisa data dilakukan dengan pola siklikal yaitu mendeskripsikan fenomena, mengklasifikasikannya dan melihat bagaimana konsep-konsep muncul dan saling berkaitan. Hal yang menjadi temuan yakni munculnya kelompok-kelompok yang sangat kontradiktif terutama dalam hal pengembangan desa wisata yakni kelompok pro dan kontra akan adanya desa wisata. Selanjutnya pemanfaatan modal sosial menjadi berbeda yang berpengaruh pada pengembangan wisata. Bagi masyarakat yang pro desa wisata tentu saja melakukan hal yang mendukung kegiatan pengembangan wisata, sedangkan masyarakat yang kontra desa wisata melakukan tindakan yang mengakibatkan kemunduran desa wisata. Konsekuensinya adalah stagnasi pengembangan wisata dikarenakan usaha partisipasi tidak sebaik usaha partisipasi ketika dulu semua warga masyarakat pro untuk mengembangkan desa wisata. Pemanfaatan modal sosial yang berbeda tersebut mengakibatkan perbedaan strategi dalam upaya pengembangan wisata maupun strategi mereka untuk mendapatkan keuntungan materi dari kedatangan pengunjung.

Kata Kunci : Modal Sosial; Pemberdayaan Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.