VEGANISME DALAM GAYA HIDUP DI KALANGAN SCENE HARDCORE DAN PUNK (Studi Tentang Identitas Sub Kultur Komunitas Underground di Yogyakarta)
FADHILLA DWI RISTIANTI, Heru Nugroho
2010 | Skripsi | SosiologiKomunitas underground, yang dalam hal ini adalah Scene Hardcore dan Punk, selalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat, karena identik dengan orang-orang pengacau keamanan dan anti-kemapanan. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa di dalam komunitas tersebut terdapat paham dan gerakan yang dapat membuat perubahan positif dalam masyarakat. Salah satunya adalah Veganisme. Sebuah gaya hidup yang menolak untuk mengkonsumsi berbagai benda yang mengandung unsur hewani, sebagai pembelaan terhadap hak-hak hewan atau animal rights. Karena Veganisme merupakan hasil adopsi dari budaya luar negeri, maka peneliti ingin mengetahui apakah Veganisme yang mereka jalani hanya merupakan ajang ikut-ikutan semata atau tidak, dan mengetahui konstruksi ideologis di balik gaya hidup ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis metode penelitian kualitatif. Peneliti bertindak sebagai observer as participant, dengan tujuan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial yang tidak bisa didapat dari wawancara. Dengan pendekatan ini, permasalahan objek yang hendak diteliti ditelaah secara komprehensif, mendetail dan mendalam. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara mendalam dan terbuka terhadap objek penelitian dengan kurang lebih 10 orang Vegan dengan 2 orang sebagai informan utama. Setelah penelitian dilakukan diperoleh hasil bahwa Veganisme yang dianut oleh para Vegan dalam Scene Punk, lebih dapat dihayati oleh para Vegan tersebut daripada pada Scene Hardcore. Latar belakang filosofi deep ecology, yang mempunyai konsep anti-spesiesis dan menghargai alam, melandasi segala pemikiran dan perbuatan mereka. Vegan pada Scene Punk lebih menekankan pada aspek anti-spesiesis, yang membuat mereka sangat peduli terhadap animal rights. Sedangkan pada Scene Hardcore lebih menekankan pada sisi kesehatan dan lingkungan secara luas. Itulah mengapa mereka yang Vegan pada Scene Hardcore sudah pasti seorang Straightedge yaitu tidak mengkonsumsi alkohol, rokok, maupun zat adiktif lainnya. Veganisme merupakan hasil adopsi yang telah ada lebih dahulu pada Scene Hardcore dan Punk di luar negeri. Veganisme merupakan suatu bentuk perlawanan yang diwujudkan salah satunya adalah melalui gaya hidup. Veganisme yang mereka lakukan merupakan bentuk perlawanan terhadap manusia pada umumnya yang masih menganut konsep antroposentrik, dan berpikir dapat berbuat semaunya pada makhluk lain yang hidup di bumi. Semua itu tercermin dalam habitus mereka dan cara pandang mereka. Mereka sangat mengontrol dengan ketat apapun yang hendak mereka konsumsi. Dalam hidup bermasyarakat, mereka mendapat tantangan dan tentangan dari masyarakat pada umumnya dan scene Hardcore dan Punk khususnya. Karena itu, mereka melakukan berbagai propaganda terhadap orang – orang agar Veganisme dapat diterima di masyarakat pada umumnya dan scene Hardcore dan Punk khususnya. Berbagai propaganda tersebut seperti membuat Zine dan webzine, menyebarkan doktrin terhadap orang per orang, membuat band yang memuat lirik-lirik mengenai animal liberation, membuat kaos yang berisi tulisan-tulisan propaganda, sampai membuat status bernada provokatif di akun jejaring sosial mereka. Namun ada juga yang lebih memilih untuk melakukan aksi langsung atau direct action. Mereka melakukan aksi langsung pada LSM-LSM yang peduli pada binatang, maupun bergerak sendiri.
Kata Kunci : Gaya Hidup