DIMENSI POLITIK DALAM JARINGAN PEMASARAN MEDIA CETAK DI YOGYAKARTA
Edfa Elendina Hana, Purwo Santoso
2010 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)KKG merupakan sebuah konglomerasi usaha yang ikut terjun dalam perebutan pembaca khususnya media cetak. Keterlibatannya dibekali sumber daya yang mumpuni baik dari segi SDM maupun SDAnya. Banyaknya kompetitor mendorong KKG mengoptimalkan kapasitas sumber dayanya. Salah satu langkah yang kemudian diambil KKG dalam mengembangkan usahanya dengan membangun relasi dengan pihak-pihak lain. Aktor-aktor lain ini beratribut agen yang mempunyai peran ganda baik sebagai distributor maupun pemasar. Di bawah agen terdapat pemasar tingkat bawah yang terdifersivikasi menjadi sub-agen, loper maupun pengasong/pengecer. Pihak-pihak yang bekerjasama tersebut melebur dalam sebuah jaringan. Bekerjanya jaringan inilah yang menjadi fokus penelitian. Substansi dari konsep jaringan menekankan adanya kerja sama dalam mensinergikan kepentingan yang mengarah pada ketergantungan antar pihak. Implementsi manajemen jaringan pada pemasaran media cetak memang menawarkan pembahasan pada ranah ekonomi hal ini didukung terlibatnya KKG sebagai unit usaha yang notabene berorintasi laba. Namun, tidak bisa dipungkiri baik KKG maupun aktor lain masing-masing mengusung kapasitas sumber daya yang berbeda. Perbedaan inilah yang kemudian memunculkan kontestasi pengaruh antar aktor yang menjadi kajian pada ranah politik. KKG dengan kapasitas sumber daya yang lebih dominan mempunyai kesempatan lebih besar melakukan penetrasi pengaruh pada pihak lain. Langkah KKG ini dalam rangka memupuk loyalitas jaringan di bawahnya agar tidak terpengruh kompetitor. Pemberian suntikan modal maupun insentif juga pembentukan kebijakan pemasaran yang mengakomodir kepentingan penerbit mendiskripsikan penetrasi pengaruh dari penerbit. Namun, kuatnya pengaruh KKG selaku penerbit memunculkan resistensi dari agen dan pemasar tingkat bawah. Dalam sebuah jaringan pihak dengan kekuatan terkecilpun mempunyai hak veto yang dapat mempengaruhi kerja jaringan. Pengelolaan diferensiasi kepentingan yang tidak proporsional memunculkan hambatan tersendiri. Langkahlangkah agen maupun pemasar untuk menanamkan pengaruhnya dalam jaringan memunculkan cerita tersendiri dalam dinamika berjejaringnya aktor pemasar media cetak. Tidak jarang kita dapat melihat munculnya tantangan berjejaring dari riak-riak kecil akibat “protes” agen maupun pemasar selaku pelaku ekonomi lemah. Bahkan, agen yang menjadi “tangan kanan” penerbit di lapangan juga mengadopsi langkah KKG dalam membangun relasi dengan pemasar tingkat bawah. Sikap “keras” yang ditampilkan agen kepada pemasar yang melanggar kesepakatan diimbangi dengan pemberian insentif bagi pemasar yang berkontribusi mengembangkan usaha dengan baik. Agen juga dapat memanfaatkan pemasar untuk menggalang kekuatan dalam rangka menghindari tekanan dari penerbit. Penggalangan kekuatan tersebut terejawantahkan dalam sebuah asosiasi yang bernama HIPMA. Tidak begitu memuaskan memang hasil dari kinerja HPMA, namun pada titik minimal manfaatnya masih bisa dirasakan pemasar.
Kata Kunci : Politik; Media Massa