Laporkan Masalah

STUDI TENTANG PENGARUH PENGETAHUAN, INTERAKSI SOSIAL ANTAR MAHASISWA DAN PERSEPSI MENGENAI KECACATAN OLEH MAHASISWA TERHADAP PENERIMAAN SOSIAL KEPADA MAHASISWA PENYANDANG CACAT

Lia Muryanti, Soetomo

2010 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Sumber daya manusia merupakan kunci utama keberhasilan suatu bangsa. Termasuk juga para penyandang cacat yang selama ini dianggap kaum minoritas dan termarginalisasi dalam dunia kehidupan masyarakat saat ini. Terlepas dari kekurangan (baik fisik maupun mental) yang dimilikinya, para penyandang cacat juga merupakan faktor penentu kemajuan bangsa. Tetapi terkadang masyarakat (oleh karena konstruksi sosial yang terbentuk sejak lama), hanya melihat kasat mata, apakah seseorang memiliki kekurangan fisik atau tidak, tanpa melihat bahwa di luar kekurangan fisik, para penyandang cacat memiliki kelebihan yang tak kasat mata. Kecenderungan tersebut tidak saja terjadi pada tataran masyarakat berpengetahuan awam, tetapi bahkan juga pada tingkat masyarakat yang dianggap memiliki intelektualitas tinggi, dalam hal ini mahasiswa. Ketika mahasiswa penyandang cacat kemudian merasa asing, termarginalisasi oleh kelompok mayoritas dalm lingkungan kampusnya, dalam hal ini mahasiswa yang secara fisik terlihat ‘normal’. Penerimaan sosial yang diberikan oleh mahasiswa kepada mahasiswa penyandang cacat sangat berpengaruh bagi pengembangan kepribadian, sehingga membuat mahasiswa penyandang cacat memiliki kepercayaan diri dan merasa diterima oleh lingkungan sosialnya, di mana hal ini juga sangat menentukan pengembangan kualitas dirinya. Penelitian ini berusaha mengungkap penerimaan sosial yang dipengaruhi oleh pengetahuan mahasiswa, interaksi sosial antar mahasiswa dan persepsi kecacatan oleh mahasiswa. Faktor-faktor tersebut, kemudian diujikan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang merupakan fakultas dengan jumlah mahasiswa penyandang cacat terbanyak dalam lingkungan Universitas Gadjah Mada. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, interaksi sosial antar mahasiswa dan persepsi kecacatan oleh mahasiswa terhadap penerimaan sosial mahasiswa kepada mahasiswa penyandang cacat. Sehingga hipotesa mayor dalam penelitian ini adalah terbukti. Tetapi salah satu hipotesa minor, yaitu pengaruh tingkat pengetahuan terhadap penerimaan sosial mahasiswa kepada mahasiswa penyandang cacat tidak terbukti signifikan. Sementara hipotesa minor lain, yaitu pengaruh tingkat interaksi sosial terhadap penerimaan sosial mahasiswa kepada mahasiswa penyandang cacat ternyata terbukti signifikan. Begitu juga halnya dengan hipotesa minor yaitu pengaruh tingkat persepsi mengenai kecacatan oleh mahasiswa terhadap penerimaan sosial mahasiswa kepada mahasiswa penyandang cacat terbukti signifikan. Di samping itu, secara simultan, pengaruh ketiga variabel pengaruh tersebut telah mengungkap 34,1% dari faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan sosial kepada mahasiswa penyandang cacat dengan faktor yang paling dominan adalah tingkat interaksi sosial antar mahasiswa. Sedangkan 65,9% faktor lainnya belum dapat terungkap dalam penelitian ini. Kata kunci : pengetahuan, interaksi sosial, persepsi kecacatan dan penerimaan

Kata Kunci : Penyandang Cacat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.