KABUPATEN KONAWE SELATAN SEBAGAI DAERAH OTONOM BARU (DOB) (Studi Tentang Kinerja pelayanan Pendidikan Pasca terbentuknya Daerah Otonom Baru di Kabupaten Konawe Selatan)
Ari Stiawan Silondae, AAGN ARI DWIPAYANA
2010 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Pendidikan merupakan persoalan terpenting bagi semua ummat manusia, sebab pendidikan mampu mengembangkan individu dan masyarakat yang memiliki cakrawala berpikir kritis. Pendidikan juga merupakan alat untuk memajukan peradaban, mengembangkan masyarakat serta menciptakan generasi baru yang dapat berbuat banyak bagi kepentingannya. Melalui desentralisasi pendidikan, di harapkan penyelenggaraan pelayanan publik dalam bidang pendidikan bisa berjalan efetif dan efisien. Berbagai Keterbatasan baik dari segi pemerataan pendidikan, tenaga pengajar berkualitas, anggaran dan mutu pendidikan. Dalam tulisan ini, akan melihat Kabupaten Konawe Selatan sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) melalui penilain atas indikator kinerja pelayanan publik yang terdiri dari Ketersedian Pelayanan Pendidikan, diantaranya Ketersedian saranan dan prasarana, dan pemertaan penyebaran sekolah dantersedianya Tenaga Pengajar. Kemudian Kualitas pelayanan diantaranya Tingkat pendidkan Tenaga Pengajar (Guru) dan Mutu pendidikan. Dari indikator tersebut, dapat dilihat penyelengaraan pelayanan pendidikan di daerah Otonom baru, berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan. Berbagai kendala pasti dialami oleh daerah pemekaran, permasalahan umum yang dihadapi terkait dengan infrastruktur yang belum memadai. Hal ini merupakan permasalahan klasik bagi daerah pemekaran. Selain itu, kualitas pelayanan belum bisa terealisasikan karena fokus pemerintah Kabupaten Konawe Selatan lebih banyak pada infrastruktur. Ketersedian pelayanan juga masih terkendala pada berbagai fasilitas seperti perpustakaan dan laboratorium di setiap sekolah. Mutu pendidikan belum mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di kota, karena penyebaran tenaga pengajar tidak merata. Sehingga pemerintah daerah Kabupaten Koanwe Selatan masih memiliki pekerjaan rumah dalam melakukan pembangun dalam bidang pendidikan. Pemekaran wilayah telah memberikan perubahan terhadap kehidupan masyarakat. Sebelum pemekaran, Kabupaten Konawe Selatan jauh tertinggal dibandingkan dengan kabupaten bahkan kota kendari, dengan berbagai keterbatasan. Pemekaran wilayah tentu akan memiliki dampak yang berarti bagi masyarakat, salah satunya di bidang pendidikan. Hanya saja, kualitas semuber daya manusia di daerah masih minim sehingga masih memerlukan pembangunan dalam bidang pendidikan agar mampu berkembang dan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
Kata Kunci : Kinerja Organisasi