RELIGIOUS VIOLENCE DALAM FOTO JURNALISTIK (Semiotika Visual Roland Barthes Kasus Jemaat Ahmadiyah di Majalah Tempo dan Sabili Periode 2002-2008)
Azmil Husna Nadhifah, Budhy Komarul Zaman
2010 | Skripsi | Ilmu KomunikasiFoto jurnalistik yang ditampilkan di media massa, merupakan hasil rekaman realitas media. Konsekuensi atas perannya sebagai rekaman realitas media, foto jurnalistik mencari kondisi tertentu agar bisa menggambarkan realitas sebagaimana yang dikonstruksikan media. Foto jurnalistik yang ditampilkan media massa, setidaknya mewakili gagasan maupun kepentingan media tempat foto tersebut berada. Penelitian ini akan menganalisis foto jurnalistik di majalah Tempo dan majalah Sabili. Peristiwa yang dijadikan bahan kajian adalah peristiwa religious violence terhadap Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang selama ini ramai menjadi wacana publik. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode semiotika visual Roland Barthes untuk mengetahui representasi religious violence Jemaat Ahmadiyah di kedua majalah tersebut. Dari hasil analisis memperlihatkan perbedaan yang mencolok. Majalah Tempo merepresentasikan Jemaat Ahmadiyah sebagai kelompok minoritas yang mengalami serangkaian kekerasan. Tempo fokus pada aspek hak asasi manusia (HAM), sehingga foto-foto mengenai Jemaat Ahmadiyah lebih banyak menggambarkan penderitaan, kesedihan dan pelanggaran hak-hak Jemaat Ahmadiyah oleh sekelompok massa dan pemerintah. Sedangkan majalah Sabili merepresentasikan Jemaat Ahmadiyah sebagai kelompok yang meresahkan umat Islam dan layak dibubarkan. Foto-foto yang ditampilkan Sabili lebih banyak menampilkan aksi menentang dan penuntutan terhadap pembubaran Jemaat Ahmadiyah. Majalah Sabili lebih fokus pada permasalahan akidah Jemaat Ahmadiyah, sehingga dalam hal ini Sabili tidak menyentuh aspek kekerasan yang menimpa kelompok ini, namun lebih menyoroti masalah akidah Jemaat Ahmadiyah yang dianggap sesat dan telah menodai agama Islam. Kata Kunci : Religious Violence, Foto Jurnalistik, Semiotika Visual, Jemaat Ahmadiyah.
Kata Kunci : Jurnailistik