Laporkan Masalah

Hak Difabel dalam Aksesibilitas Sarana Transportasi Studi Kasus tentang LSM Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel

Indah Novita Purnamasari, Haryanto

2010 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Difabel seperti halnya kelompok masyarakat lainnya memiliki hak yang sama dalam berbagai bidang mulai dari pendidikan yang layak, pekerjaan, hingga kemampuan untuk mengakses sarana transportasi. Realitanya difabel masih saja mengalami diskriminasi dalam upaya pemenuhan haknya. Salah satunya adalah belum terpenuhinya hak difabel untuk mengakses sarana transportasi. Sarana transportasi yang ada masih belum dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung, meskipun terdapat fasilitas pendukung namun belum sepenuhnya dapat diakses oleh difabel. Penelitian ini mencoba melihat strategi yang dijalankan LSM Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (Sigab) sebagai salah satu LSM difabel yang memperjuangkan hak-hak kaum difabel. Peneliti memfokuskan pada upaya perjuangan untuk pemenuhan hak atas aksesibilitas transportasi. Sebelum menganalisa strategi LSM Sigab, peneliti terlebih dahulu melihat posisi LSM Sigab dalam pemetaan LSM menurut Mansour Fakih. Pemetaan LSM menurut Mansour Fakih dibagi dalam tiga perspektif yakni konformis, reformis, dan transformatif. LSM Sigab termasuk dalam LSM reformis yang menempatkan partisipasi sebagai bagian penting dalam upaya untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah. Dalam menganalisa strategi yang dijalankan LSM Sigab peneliti menggunakan kriteria strategi menurut Suharko yakni strategi Low Profile, strategi pelapisan, strategi advokasi, dan keterlibatan kritis. LSM Sigab termasuk dalam kriteria strategi advokasi yang bertujuan untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam kasus ini adalah kebijakan transportasi agar aksesibel bagi difabel. Strategi ini kemudian diturunkan ke dalam taktik dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh LSM Sigab.

Kata Kunci : Difabel


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.