Penyalahgunaan Narkotika Gol I Jenis Ekstaksi di Kalangan Remaja Kota Yogyakarta
M. Irham Indrayudha, Soeprapto
2010 | Skripsi | SosiologiBerdasarkan hasil kajian BNK Yogyakarta tahun 2009, penyalahgunaan narkotika oleh para remaja Kota Yogyakarta umumnya adalah penyalahgunaan narkotika golongan 1 jenis ekstasi. Peredaran ekstasi begitu merajalela, mulai dari bandar narkotika, penyalur, hingga pendistribusian pada para remaja dan mahasiswa. Peredaran ekstasi ini begitu dahsyat sehingga berbagai tindakan perlu terus dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan ekstasi ini yang timbul dalam masyarakat remaja Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pencerahan masalah narkotika mengenai proses peredaran narkotika golongan 1 jenis ekastasi dari sumber (bandar narkotika) hingga pengguna (kalangan remaja Kota Yogyakarta) dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkotika golongan 1 jenis ekastasi yang dilakukan oleh kalangan remaja Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen. Lokasi penelitian di Kota Yogyakarta. Responden yaitu: Dra. Yunis Farida, Kabid Advokasi Pus Cegah BNK Yogyakarta, dan IPTU Cherin, Kaur Bin Ops Sat Narkotika Poltabes Yogyakarta. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data utama, sedangkan data sekunder digunakan untuk mendukung data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui studi lapangan (wawancara) dan studi dokumentasi. Analisis data kualitatif dengan model interaktif data. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa Proses Penyalahgunaan Narkotika Golongan I Jenis Ekstasi di Kalangan Remaja Yogyakarta biasanya melalui para pengedar maupun pemakai di sekolah dan kampus universitas telah paham betul program-program sekolah dan kampus universitas. Mereka tentu saja mengantisipasinya dengan sebaik yang mereka bisa. Ada usaha di kalangan mereka untuk menghindari kecurigaan dengan cara tetap terlihat segar bugar tidak pucat di sekolah dan kampus universitas, prestasi bertahan, tidak membuat keributan, rutin membayar SPP, juga memiliki kiat-kiat khusus bagaimana berkelit jika ada razia. Bandar dan pengedar tentu memiliki motivasi untuk mendapatkan keuntungan besar dari bisnis tersebut. Pengedar dan pemakai terikat dalam satu hubungan simbiosis mutualisme yang tersimpan rapi dan rahasia. Dalam transaksi antara pembeli dan pengedar menggunakan transfer melalui ATM, melalui SMS dan lain-lain, sehingga akan menyulitkan untuk melacak lebih jauh disamping memiliki jaringan yang sangat luas dan pembeli dan pengedar merasa tidak saling mengenal. Kata Kunci: remaja, penyalahgunaan, Narkotika Golongan I Jenis Ekstasi
Kata Kunci : Narkotika