KINERJA BANK SLEMAN BERDASARKAN BALANCED SCORECARD
KRISNA HARIMURTI, Samudera Wibawa
2010 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Berdasarkan Undang-undang nomor 33 tahun 2004 pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengelola sumber-sumber pendapatan yang potensial bagi APBD pemerintah daerah. Kewenangan ini diberikan tapi harus disesuaikan dengan kapasitas pemerintah daerah, penciptaan iklim yang kondusif terhadap pertumbuhan ekonomi, dan tidak menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Akan tetapi yang terjadi dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah melalui PAD, pemerintah daerah terlalu menekankan dari sektor pajak dan retribusi yang justru menyebabkan ekonomi biaya tinggi yang membebani masyarakat dan pelaku ekonomi. Kabupaten Sleman merupakan salah satu pemerintah daerah yang menekankan PADnya dari pajak dan retribusi. Kenyataan ini membuat perlunya meningkatkan sumber pendapatan lain dan sumber tersebut berasal dari perusahaan daerah (BUMD) seperti Bank Sleman. Peningkatan pendapatan dari Bank Sleman dapat dioptimalkan dengan meningkatkan kinerja Bank Sleman dengan melakukan pengukuran kinerja. Konsep yang dapat dipergunakan untuk mengukur kinerja Bank Sleman adalah dengan konsep Balanced Scorecard yang menilai kinerja Bank Sleman dalam 4 perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Bank Sleman dalam 4 perspektif Balanced scorecard seperti keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Yang menjadi informan untuk penelitian ini adalah internal Bank Sleman dan para pelanggan sebagai penggun layanan. Penelitian ini menggunakan analisis deskripsi kualitatif dengan menganalisa data yang diperoleh dari data wawancara, observasi, dan data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kinerja Bank Sleman sangat baik pada keempat perspektif scorecard. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan Bank Sleman memiliki kapabilitas pegawai, kepuasan pegawai, dan motivasi serta pemberdayaan pegawai yang cukup baik. Proses inovasi dan operasi pada perspektif proses internal berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan jumlah pelanggan, tingkat akusisi dan kepuasan pelanggan pada perspektif pelanggan. Dan peningkatan pada ketiga perspektif ini turut mendongkrak kinerja keuangan dengan meningkatnya laba perusahaan dan tingkat kesehatan Bank sleman. Rekomendasi yang dapat diberikan terhadap Bank Sleman adalah peningkatan kinerja pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan seperti peningkatan kepuasan pegawai dan ketersediaan system informasi. Pada perspektif proses internal adalah dengan meningkatkan inovasi-inovasi produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan peningkatan pelayanan. Peningkatan pada kedua perspektif ini dapat meningkatan perspektif pelanggan dan perspektif keuangan. Kata kunci : Kinerja, Balanced scorecard,Kinerja Bank sleman berdasarkan balanced scorecard
Kata Kunci : Kinerja Organisasi