Dimensi Rasionalistas Dalam Dinamika Perjalanan Bioskop Permata Yogyakarta
Suryawan Setianto, Suharman
2010 | Skripsi | SosiologiBioskop adalah salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mendapatkan hiburan. Kebutuhan akan hiburan sendiri termasuk ke dalam kebutuhan manusia di samping kebutuhan primer dan sekunder. Bioskop Permata yang sudah berdiri sejak periode 1950-an sekaligus menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Tidak banyak masyarakat Yogyakarta yang masih menjadikan bioskop Permata sebagai media untuk melepas stress dari beban kehidupan sehari-hari. Bahkan generasi muda sekarang mungkin tidak tahu letak dari bioskop Permata itu sendiri karena memang bioskop ini sedang memasuki kondisi mati suri. Image yang melekat pada bioskop Permata di era postmodern ini adalah sebagai bioskop kelas bawah dengan tayangan film yang kurang bermutu dan kebanyakan berbau seksualitas. Kondisi ini sangat bertolak belakang jika dibandingkan pada masa jaya bioskop ini pada sekitar periode 1970-an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika perjalanan bioskop Permata Yogyakarta serta alasan rasional yang kemudian menjadi latar belakang manajemen untuk menutup bioskop Permata. Pendekatan teori yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan konsep rasionalitas dari Webber, dimana teori tersebut digunakan untuk menganalisa secara mendalam dinamika perjalanan yang terjadi serta alasan-alasan untuk kemudian memilih melakukan penutupan. Di samping itu juga menggunakan teori lain sebagai penunjang untuk bisa mengupas secara tuntas dinamika yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian ini adalah jajaran manajemen bioskop Permata yang menjalankan dan mengelola bioskop Permata ini serta pihak yang mengetahui perjalanan bioskop ini. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Data yang telah terkumpul dianalisis sepanjang proses penelitian berlangsung dengan menelaah seluruh data yang terkumpul, lalu melakukan penyajian data atau display data dan pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan sebagai jawaban atas pertanyaan penelitian. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa bioskop Permata mengalami pergeseran atau dinamika dalam perjalanannya mulai dari periode masa jaya, fase turun sampai dengan akhirnya mati suri dan berujung pada penutupan bioskop ini. Pergeseran yang ditemui pun tidak hanya dilihat pada sisi manajemen bioskop, akan tetapi secara umum juga menunjukkan perubahan struktur serta perilaku masyarakat dimana masyarakat Yogyakarta yang pada awalnya sangat menjunjung tinggi norma dan nilai kesopanan berkembang menjadi lebih permisif terhadap hal yang bahkan bersifat pribadi. Di sisi lain, perkembangan tuntutan akan kualitas dari hiburan yang ingin dinikmati masyarakat juga menjadi way of life yang juga semakin menginginkan privasi. Tutupnya bioskop Permata ini menandakan bahwa tidak hanya lapisan kelas bawah yang kehilangan tempat hiburan berupa bioskop, tetapi segala lapisan masyarakat, karena hampir semua bioskop lokal di Yogyakarta mengalami penutupan. Perjalana n bioskop Permata juga dimaknai sebagai cerminan perilaku masyarakat Yogyakarta yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Seiring dengan perkembangan tekhnologi yang semakin canggih dan derasnya arus modernisasi membuat masyarakat menjadi semakin individualistis.
Kata Kunci : Film Bioskop