Sikap Harian Kedaulatan Rakyat tentang Pernyataan Sri Sultan HB X (Analisis Wacana berita utama Harian Kedaulatan Rakyat tentang pernyataan Sri Sultan HB X yang tidak bersedia menjabat sebagai Gubernu
Fajar Pratama, Ana Nadhya Abrar
2010 | Skripsi | Ilmu KomunikasiPenelitian ini bermula dari kedudukan suatu institusi pers di ranah publik. Meski ia berada di ruang yang mengharuskannya untuk bersikap objektif terhadap suatu hal, kondisi di sekitar insitusi pers tak jarang membuatnya berpihak pada satu sisi tertentu. Pada jenjang yang lain, secara tekhnis proses penggambaran fakta secara keseluruhan, mustahil dilakukan karena ruang dalam pemberitaan media yang sangat terbatas kapasitasnya. Kondisi umum inilah yang dapat memberi ruang kepada media untuk dapat menyuirkan apa yang disebut sebagai kebenaran mereka sendiri. Nah, ruang dan kesempatan untuk melontarkan kebenaran versi media sendiri ini tentunya dapat menjadi ajang bagi media untuk menelurkan bentuk sikapnya. Keadaannya menjadi lebih menarik bilamana media dihadapkan pada suatu isu yang tidak jelas latar belakang dan tujuannya. Apalagi media tersebut cukup memiliki kedekatan dengan dengan isu terkait. Seperti yang terjadi pada keputusan Sultan HB X yang tidak bersedia menjabat sebagai gubernur seumur hidup di dalam wacana-wacana berita harian Kedaulatan Rakyat. Seperti diketahui, Kedaulatan Rakyat merupakan koran tertua yang memiliki hubungan cukup dekat dengan komponen masyarakat Yogyakarta terutama kraton.
Kata Kunci : Surat Khabar