Laporkan Masalah

Dampak Sosial Traning ESQ 165 Terhadap Lingkungan Pekerjaan Dan Keluarga Alumni ESQ 165 Di DI. Yogyakarta

NURI HIDAYATI, Andreas Suroso

2010 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian dengan tema DAMPAK SOSIAL TRAINING ESQ 165 TERHADAP LINGKUNGAN PEKERJAAN DAN KELUARGA ALUMNI ESQ 165 DI D.I.YOGYAKARTA (Studi Tentang Alumni Training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) 165 di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)) merupakan sebuah wacana deskriptif untuk memotret makna spiritual bagi kehidupan masyarakat di zaman modern saat ini. Spiritualitas seolah menjadi sebuah oase di tengah padang pasir di tengah dahaga spiritual modernitas, karena materialisme tidak mampu memenuhi kebutuhan jiwa mereka. Materialisme hanya mampu memenuhi sebatas kepuasan masyarakat terhadap kesejahteraan ekonomi saja. Sedangkan dampak dari orientasi material tersebut telah mengakibatkan tidak terintegrasinya dimensi intelektual, emosional, dan spiritual. Manfaat training ESQ 165 dikelompokkan menjadi dua, yaitu keluarga dan pekerjaan dengan asumsi bahwa keduanya merupakan lingkungan terdekat yang dapat menyaksikan, merasakan secara langsung perubahan sikap setelah mengikuti training ESQ 165. Guna melihat kecenderungan arah perubahan tersebut, peneliti menggunakan indikator penilaian dengan menggunakan tiga ranah yang sering digunakan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan dalam pembelajaran siswa. Yaitu ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Batasan penelitian ini adalah pada ketujuh informan penelitian yang semuanya adalah alumni ESQ 165. Pemilihan ketujuh informan pun mewakili tiga aspek, yaitu alumni ESQ 165 aktif, alumni ESQ 165 pasif, dan alumni ESQ 165 non muslim. Ketiga aspek tersebut berdasarkan hasil observasi peneliti telah mampu mewakili kecenderungan alumni ESQ 165 secara umum. Sampel penelitian ini adalah alumni ESQ 165 yang berdomisili di DIY dan merupakan alumni training ESQ 165 DIY. Kesimpulannya adalah bahwa training ESQ 165 hanyalah sekedar mengingatkan kembali para alumni ESQ 165 terhadap ajaran agama, pemaknaan terhadap ritual keagamaan yang selama ini dilakukan. Pada dasarnya pengetahuan agama tersebut telah mereka ketahui dan amalkan sejak kecil. Adapun nilai-nilai dalam training ESQ 165 dapat terinternalisasi dengan baik dalam kehidupan keluarga maupun pekerjaan, apabila didukung oleh faktor eksternal diantaranya kontinuitas training ESQ 165. Ketujuh informan sepakat bahwa training ESQ 165 sebagai pintu pembuka kesadaran. Bahwa terdapat potensi spiritual dalam diri manusia yang sering terlupakan dengan menawarkan paradigma baru dalam memaknai hidup dalam kehidupan. Namun, semua itu tergantung dari kontinuitas para alumninya, baik dengan mengikuti kembali training ESQ 165 maupun dalam forum agama yang lain. Dampaknya pada keluarga dan pekerjaan pun beragam. Perubahan pada ranah afektif di pekerjaan, ternyata tidak selalu sejalan dengan perubahan di keluarga yaitu pada ranah kognitif. Namun, ragam perubahan yang lain adalah perubahan pada ranah afektif di pekerjaan dan juga di keluarga. Perbedaan tersebut dilatarbelakangi oleh peran aktif alumni ESQ 165 dan peran keluarga serta pekerjaan yang juga telah menjadi alumni ESQ 165. Faktor tersebutlah yang mendorong terciptanya sinergi antara kognitif (IQ), psikomotorik (EQ), dan afektif (SQ).

Kata Kunci : Pendidikan dan Pelatihan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.