MEDIA HUMAS PEMERINTAH (Studi Kasus Pengelolaan Media Info Kota sebagai Media Humas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Upaya Menyampaikan Informasi Publik) Disusun Oleh : Alfin Arifin SP/21268 JURUSAN I
Alfin Arifin, Muhamad Sulhan
2009 | Skripsi | Ilmu KomunikasiPada penelitian mengenai media kehumasan ini dalam rumusan masalahnya, peneliti menuliskan pertanyaan “Bagaimana pengelolaan Media Info Kota sebagai media humas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam upaya menyampaikan Informasi Publik.” Melalui rumusan masalah tersebut peneliti bermaksud melihat bagaimana informasi publik dikelola oleh Humas Pemerintah melalui Media Info Kota. Penelitian ini mencoba membedah dan menghadirkan pemaparan secara deskriptif mengenai pengelolaan informasi publik pada Media Info Kota. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti menggunakan metode studi kasus untuk memberikan gambaran secara dekriptif mengenai kasus ini secara mendetail, dengan menggunakan dasar pemikiran Manajemen Publik Relation oleh Cutlip, Center, dan Broom, serta dipadu dengan rumusan pengelolan media yang diungkapkan oleh Ashadi Siregar serta Rondang Pasaribu, diperoleh kesimpulan bahwa Humas sebagai bagian dari Pemerintah Kota Yogyakarta dalam melakukan upaya pengelolaan Media Info Kota sejak mulai dari perencanaan, pengumpulan bahan, penyiapan bahan hingga sirkulasi. Humas pemerintah telah menjalankan proses pengelolaan sebagaimana di dalam rumusan Ashadi Siregar dan Rondang Pasaribu. Selain adanya kesesuaian, humas dalam mengelola Media Info Kota juga ada ketidaksesuaian dalam beberapa hal. Dengan berbagai kesesuaian yang sudah dihasilkan oleh Humas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengelola informasi publiknya melalui Media Info Kota, masih tersisa sejumlah persoalan. Beberapa persoalan yang dicatat oleh peneliti dari pengamatan dan analisis terhadap pengelolaan Media Info Kota tersebut, adalah sebagai berikut : 1. Sumber daya manusia di dalam Tim Media Info Kota masih belum memadai. Jumlah personel yang terbatas memaksa personel merangkap beberapa peran pekerjaan sehingga masing-masing pekerjaan berjalan kurang maksimal. Pelatihan ketrampilan jarang dilakukan sehingga kualitas personel kurang terjaga. Lebih lagi, tim penulis naskah memiliki tugas rangkap. Tim ini, selain mengelola Media Info Kota, juga memiliki tugas pada sub bagiannya masingmasing di bagian Humas dan Informasi. 2. Perencanaan isi di Media Info Kota kurang matang karena koordinator cenderung memilah-milah sendiri isi yang layak dimuat di Media Info Kota. Rapat tema jarang dilakukan karena alasan banyaknya tugas dan terbatasnya waktu oleh masing-masing personel. Bahkan terkadang penentuan beberapa informasi yang dimuat di Media Info Kota dilakukan di pertengahan proses penerbitan. 3. Tidak adanya kontrol batas waktu yang tegas di dalam tahapan proses penerbitan Media Info Kota mulai dari pengumpulan bahan, editing, hingga distribusi. Padahal Media ini merupakan media yang terbit secara berkala setiap bulan. Persoalan ini, menyebabkan proses penerbitan menjadi tidak tentu sehingga waktu penyampaian informasi publik turut tidak tentu diterima masyarakat. 4. Proses distribusi Media Info Kota ke masyarakat masih kurang terjamin karena koordinasi dan pengawasan terputus pada tingkat RT dan RW. Humas melalui pihak ketiga hanya menyebarkan Media Info Kota di tingkat kelurahan sehingga belum ada jaminan informasi publik Media Info Kota benar-benar tersampaikan ke publik sasaran.
Kata Kunci : Hubungan Masyarakat