Laporkan Masalah

Eksistensi Industri Kecil Pengecoran Logam Di Ceper (Studi Tentang Strategi Eksis Industri Kecil Pengecoran Logam Di Ceper, Kabupaten Klaten)

Luqman Haris, Hempri Suyatna

2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Indonesia sejak tahun 1997 mengalami berbagai kesulitan yang mengakibatkan perekonomian negeri ini jatuh. Usaha besar yang selama masa Orde Baru mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintah tidak mampu bertahan dan dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kehancuran perekonomian Indonesia. Sedangkan di lain pihak justru UKM yang selalu dikesampingkan dari perhatian kebijakan pemerintah justru mampu bertahan. Salah satu contoh industri kecil yang mampu bertahan adalah sentra industri kecil pengecoran logam di Ceper, Klaten, Jawa Tengah. Pasang surut kehidupan masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan ini tergantung dari pasang surut industri pengecoran logam, dengan kata lain bahwa logam adalah motor penggerak perekonomian masyarakat sekitar. Sesuatu yang istimewa dari klaster ini adalah adanya eksistensi pengusaha kecil disaat semua serba tidak memungkinkan. Selain menghadapi krisis tahun 1997, klaster ini mendapatkan hambatan yang silih berganti, antara lain, kelangkaan bahan baku, fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan jaringan permodalan, pemasaran, hancurnya kemitraan subcontracting, rendahnya kemampuan teknologi dan rendahnya kualitas SDM. Selain itu klaster ini juga mengalami kesulitan akibat persaingan dengan pengusaha dari daerah/negara lain yang mempunyai kelebihan di segala hal, termasuk kelebihan dibidang penggunaan teknologi dan kualitas SDM. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian mengambil lokasi di sentra industri pengecoran logam di Ceper, Kabupaten Klaten. Unit analisis dalam penelitian ini adalah sentra industri pengecoran logam di Ceper sedangkan tehnik penentuan informan yang digunakan adalah purposive. Informan tersebut terdiri dari juragan pemilik usaha pengecoran, pedagang bahan baku, pihak Departemen Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal kabupaten Klaten, pihak pengelola koperasi industri Batur Jaya, pekerja dan pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui tentang eksistensi industri kecil pengecoran logam di Ceper. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi masyarakat dibidang logam telah terbukti mampu menciptakan strategi-strategi untuk mempertahankan eksistensi usaha mereka. Strategi yang muncul adalah strategi untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dengan masalah-masalah yang dihadapi. Didalamnya termasuk strategi mengatasi terbatasnya modal, jaringan pemasaran, rendahnya teknologi, minimnya hubungan kemitraan dan rendahnya kualitas SDM. Hal ini berkaitan erat dengan salah satu keunggulan industri kecil, yaitu mempunyai sifat yang fleksibel, sehingga industri kecil di Ceper mampu menyesuaikan diri dengan masalah. Pola adaptasi ini pada intinya dipengaruhi oleh tiga hal. yaitu: pertama, adanya optimalisasi tradisi lama, seperti penguatan sistem kekerabatan dan pemaksimalan modal sosial; Kedua, sikap tanggap pemerintah dan lembaga lokal mengatasi kesulitan yang dialami; dan yang ketiga, bentuk klaster industri kecil, memberikan banyak keuntungan bagi klaster logam Ceper sendiri.

Kata Kunci : Industri Kecil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.