Implementasi dan Dampak Kebijakan Sego Segawe ( Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe ) di Lingkungan Pegawai Pemkot Yogyakarta
Nugroho, Sri Rahayu Sumarah
2009 | Skripsi | Sosiologiderajat kesehatan masyarakat dan kesemrawutan lalu lintas merupakan masalah dan ancaman yang sedang kita hadapi sekarang. Diperlukan upaya nyata dan kesadaran bersama dalam menghadapi ancaman – ancaman tersebut agar kita bisa memberi dan berbuat sesuatu demi kelangsungan kelestarian bumi, kota dan diri kita. Upaya sederhana yang mudah kita lakukan saat ini salah satunya adalah menggunakan kembali sepeda sebagai sarana transportasi untuk pergi ke tempat beraktifitas ke kantor, sekolah, belanja, berkunjung ke rumah teman dan lain – lain. Salah satu wujud peran dan partisipasi Pemerintah Kota Yogyakarta yang sejalan dengan gerakan kembali bersepeda dalam usaha mengurangi efek dari masalah krisis lingkungan adalah dengan meluncurkan gebrakan kebijakan baru yaitu Kebijakan yang disebut Gerakan “Sego Segawe”. Sego Segawe adalah singkatan dari Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe. Artinya, sepeda untuk bersekolah dan bekerja. Sego Segawe adalah spirit dan gerakan menggunakan sepeda sebagai modal transportasi untuk menuju tempat aktivitas. Sego Segawe merupakan kebijakan publik karena sasarannya adalah untuk masyarakat umum. Walaupun demikian, di lingkungan Pemkot Yogyakarta, imbauan bersepeda sudah kencang disuarakan sejak Mei 2008. Setiap Jumat, PNS yang tempat tinggalnya berjarak kurang atau persis 5 kilometer dari kantor diimbau bersepeda. Para Pegawai Pemkot adalah sebagai PERCONTOHAN/PANUTAN bagi masyarakat Kota Yogyakarta untuk mengikuti gerakan bersepeda atau Sego Segawe. Para pegawai Pemkot yang dijadikan percontohan merupakan bagian dari implementasi awal dari kebijakan gerakan Sego Segawe. Fokus analisis dalam penelitian ini adalah implementasi, hasil kebijakan (policy output), dan akibat kebijakan (policy outcome) gerakan Sego Segawe di lingkungan pegawai Pemkot dimana pegawai Pemkot merupakan kelompok percontohan gerakan bersepeda. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui implementasi kebijakan gerakan Sego Segawe di lingkungan pegawai Pemkot sehingga dapat diketahui tingkat keberhasilan atau pencapaian tujuan para pegawai Pemkot sebagai kelompok percontohan. Implementasi ini meliputi respon, tindakan, strategi, dan alternatif cara dari para pegawai Pemkot. Selain itu, tujuan lainnya adalah Untuk evaluasi kebijakan Sego Segawe dalam hubungannya dengan usaha untuk melaksanakan dan/atau memperbarui kebijakan. Sebagaimana akan lihat, kegiatan pengevaluasian dapat memulai proses kebijakan (problem, fornulasinya, dan sebagainya) dalam rangka untuk melanjutkan, merubah atau mengakhiri kebijakan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti merupakan instrument utama sekaligus sebagai pengumpul data. Dalam proses penelitian, peneliti langsung berada di lapangan untuk observasi dan mencari data. Kehadiran peneliti mutlak diperlukan di lapangan. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumen. Lokasi penelitian berada di komplek Balaikota Pemerintah Kota Yogyakarta. Teknik penentuan informannya menggunakan Snowball Sampling. Dari hasil analisis implementasi kebijakan, diperoleh kesimpulan bahwa (1) Sego Segawe dilihat dari ukuran dan tujuan kebijakan realistis dengan sosio-kultur yang mengada di level pelaksana kebijakan. (2) Sumber daya yang ada (sumber daya manusia, finansial dan waktu) cukup mendukung dalam pelaksanaan Sego Segawe. (3) Karakteristik agen pelaksana kurang keras dan tegas, mengingat Sego Segawe adalah kebijakan bersifat himbauan. (4) Sikap/Kecenderungan (Disposition) para Pelaksana dalam wawancara menunjukkan dukungan dan penerimaan terhadap program Sego Segawe, tetapi dalam partisipasi masih kurang. (5) Komunikasi Antarorganisasi dan Aktivitas Pelaksana berjalan dengan baik dan lancar, karena dalam klub sepeda juga dibentuk tim penggerak Sego Segawe. Ada Panutan dan Pandega. Pandega sebagai koordinator pelaksana. (6) Kondisi Lingkungan Ekonomi, Sosial dan Politik cukup mendukung Sego Segawe. Pencapaian-pencapaian (Policy Output) Sego Segawe adalah Peningkatan jumlah klub sepeda di Kota Yogyakarta; Peningkatan sarana prasarana bagi pe-sepeda sudah mulai dapat terealisasi; Peningkatan pengguna sepeda di Kota Yogyakarta; dan Pencapaian yang paling terbaru adalah pada Peringatan Malam Tahun Baru 2010 di mana sepeda dan pejalan kaki jadi warga kelas satu. Dampak (Policy Outcome) Sego Segawe adalah Mengubah sikap, perilaku dan kesadaran masyarakat; Menimbulkan kembali menggeliatnya perkumpulan-perkumpulan pengguna sepeda yang sebelumnya kurang aktif; Pembentukan karakter jati diri yang mandiri, sederhana, hemat, tidak konsumtif dan tidak mudah menyerah sejak dini akan membawa manfaat kunci kesuksesan masa depan khususnya bagi masyarakat Kota Yogyakarta; Mempermudah koordinasi dalam gerakan bersepeda antar komunitas dan antar anggota; Kelompok bersepeda menjadi lebih terorganisir; Pelaksanaan even-even bersepeda menjadi lebih diperhatikan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.
Kata Kunci : Kebijakan Pemda