Laporkan Masalah

Proses Pendisiplinan Siswa Di Asrama (Studi Di Asrama SMA Sedes Sapientiae Bedono, Kec. Jambu, Kab. Semarang)

DISMAS HAYU, Suharko

2009 | Skripsi | Sosiologi

Pendisiplinan menjadi isu yang terlewatkan dalam sebuah pendidikan di asrama, dalam hal ini bukan asrama untuk pendidikan taruna atau tentara melainkan asrama yang sifatnya umum. Isu pendisiplinan erat kaitannya dengan pembentukan karakter yang banyak diharapkan dari adanya sebuah asrama termasuk salah satunya Asrama Sedes Sapientiae Bedono. Proses pendisiplinan siswa dalam pendidikan di asrama SMA Sedes Sapientiae Bedono menjadi fokus utama penelitian ini. Tujuannya adalah melihat apa yang terjadi dengan sistem yang berusaha mengembangkan dan membentuk kepribadian yang juga menerapkan bentuk-bentuk pendisiplinan. Sebuah proses yang hendak dicapai dari asrama sebagai media bagi siswa untuk mendisiplinkan diri. Proses pendisiplinan di asrama ini dikaji dengan menggunakan teori panopticon yang dikembangkan oleh Michel Foucault dan merupakan teori yang berkonsep dasar sebuah model penjara yang dikembangkan oleh Jeremy Bentham. Hal ini tentunya mengacu pada adanya keserupaan antara asrama dan model penjara panopticon. Adapun untuk metode penelitian yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara serta mendengarkan pengalaman live history dari alumni asrama tersebut. Proses pendisiplinan di asrama yang serupa dengan konsep penjara panopticon ternyata tidak selamanya membuat para siswa asrama ter-panopticon atau terkekang dalam keadaan terpenjara. Asrama memediasi para peserta didiknya untuk hidup lebih baik dan berdisiplin sedangkan penjara panopticon memediasi para narapidana untuk bisa kembali ke masyarakat dengan ketaatan terhadap norma dan aturan dalam masyarakat. Asrama dan penjara panopticon merupakan media dengan konsep yang serupa akan tetapi tidak selalu sama. Kata-kata kunci: Pendidikan, Disiplin, Panopticon, Asrama, Penjara.

Kata Kunci : kepribadian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.