Laporkan Masalah

Strategi Calon Legeslatif Perempuan Dalam Merepresentasikan Diri Sebagai Politisi Perempuan (Analisis Deskriptif Terhadap Pengalaman Calon Legislatif Perempuan Dampingan KPI DIY Dalam menghadapi Pemil

IKA AYU K., Purwanto

2010 | Skripsi | Sosiologi

Wacana tentang terpenuhinya kuota 30% perempuan di parlemen kembali menguat pada Pemilu Legislatif 2009 lalu. Upaya mendesakkan kuota tersebut merupakan salah satu usaha untuk menjawab “ketertinggalan” perempuan di ranah politik. Namun kuatnya kultur patriarki yang masih mendominasi kerja-kerja perempuan di ruang publik, khususnya politik menjadi tantangan bagi perempuan. Pada Pemilu Legislatif 2009 ketika individu menjadi fokus utama, masing-masing dibiarkan berkompetisi, tidak terkecuali caleg perempuan, mereka pun berusaha seoptimal mungkin untuk mendapatkan kesempatan yang setara dalam proses politik tersebut. Langkah-langkah taktis dan tindakan strategis yang diambil oleh caleg perempuan kemudian menjadi hal penting yang memiliki pengaruh kuat terhadap hasil Pemilu. Pilihan tindakan tersebut muncul sebagai hasil dari elaborasi pengalaman caleg perempuan, karena pengalaman yang dialami oleh caleg perempuan menjadi faktor pembentuk dari tersusunnya strategi yang kemudian akan menentukan pencapaian caleg perempuan pada Pemilu Legislatif. Pengalaman caleg perempuan dalam aktivitas organisasi termasuk persepsi dan ideologi yang melekat pada caleg perempuan berpengaruh terhadap pilihan tindakan dalam strategi untuk merepresentasikan diri sebagai politisi perempuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa internalisasi nilai yang terjadi melalui berbagai pengalaman pada caleg perempuan kemudian termaterikan pada tindakan yang dilakukan. Basis pengalaman, persepsi dan konstruksi gagasan dalam wilayah pemikiran caleg perempuan kemudian dipakai untuk menganalisa bagaimana sebuah strategi disusun. Tindakan yang dipilih untuk menyusun strategi dalam hal penelitian ini memiliki tujuan-tujuan yang spesfisik. Tujuan menjadi caleg berkaitan erat dengan bagaimana caleg perempuan merepresentasikan dirinya di hadapan masyarakat. Secara tidak langsung pembentukan tujuan tersebut dipengaruhi oleh latar belakang organisasi yang diikuti caleg perempuan dan persepsi yang telah diinternalisasi sebelumnya. Penelitian terhadap proses pembentukan strategi yang dilakukan pada tujuh caleg perempuan yang mengikuti Pelatihan Calon Legislatif Perempuan dan menjadi prioritas dampingan KPI DIY menunjukkan empat hasil utama. Pertama. pengalaman diri atau riwayat aktivitas; tujuan menjadi caleg; persepsi tentang politik berperspektif perempuan merupakan faktor yang melatarbelakangi pilihan tindakan yang dipakai dalam strategi kampanye. Kedua, caleg perempuan yang berhasil menjadi anggota legislatif jika dilihat dari faktor pembentuk strateginya adalah mereka yang memiliki latar belakang profesi. Ketiga, pencapaian yang didapat oleh seluruh caleg perempuan adalah mendapatkan pencitraan positif sebagai politisi perempuan, bahkan secara spesifik, masing-masing dikenal dengan posisi sosial tertentu. Keempat, modal menjadi salah satu faktor penting yang dalam keberhasilan. Modal dalam hal ini menyangkut tiga hal, yaitu modal sosial, ekonomi dan politik. Akumulasi dari ketiganya merupakan bagian yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan calon

Kata Kunci : Pemilu Legeslatif; Perempuan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.