Pengembangan Karir Pada Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
KHOIRIYAH, Ambar Teguh Sulistiyani
2010 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan organisasi pemerintah yang berkedudukan sebagai unsur pelaksana pemerintah daerah bidang kesehatan dan telah berupaya keras untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah Daerah Propinsi DIY, maupun sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Akan tetapi dalam pembangunan kesehatan, masih banyak kendala-kendala yang harus dihadapi, khususnya mengenai kualitas SDM kesehatan sehingga pelayanan kesehatan terhadap masyarakat belum secara maksimal. Berdasarkan konseptualisasi tersebut, penelitian ini membahas bagaimana pengembangan karir Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Fungsi pengembangan yang dibahas adalah mencakup pendidikan, pelatihan, rotasi, delegasi, promosi, pemindahan, konseling, dan konferensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan analisis data sekunder. Dari hasil analisis penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan karir Dinas Kesehatan Propinsi DIY yang meliputi pendidikan, pelatihan, rotasi, delegasi, promosi, pemindahan, konseling, dan konferensi sebagai berikut: Dengan adanya pendidikan dan pelatihan nantinya pegawai akan melaksanakan tugas dengan lebih baik dari sebelumnya. Sementara itu, sebagai upaya pembelajaran, penciptaan suasana kerja baru, dan untuk menutup kebutuhan pegawai dilakukan mutasi, rotasi dan promosi jabatan sesuai dengan kriteria dan prosedur yang telah ditentukan. Ketiga variable tersebut hanya baru bisa berjalan ketika ada jabatan yang lowong. Dan saat dimana suatu jabatan lowong belum bisa direncanakan dan ditentukan. Kemudian, untuk mengetahui sejauh mana tingkat kerjasama pegawai dalam tim yaitu dengan pendelegasian tugas dari atasan. Di samping itu, konseling juga sangat diperlukan dalam pengembangan SDM, di mana bimbingan konseling tersebut membutuhkan komunikasi yang efektif antara atasan dengan bawahan secara intern untuk membahas dan menyelesaikan masalah-masalah yang sedang dihadapi pegawai baik masalah pribadi maupun masalah kedinasan/tugas dinas. Kemudian, untuk membahas kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masalah kesehatan ataupun masalahmasalah yang terjadi di lingkungan dinas dilakukan konferensi atau yang sering disebut rapat dinas, di mana rapat tersebut diselenggarakan sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah diperlukan penetapkan standar untuk mengukur peningkatan kemampuan pegawai yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan, adanya kesempatan yang sama untuk pegawai yang belum sarjana agar bisa mengikuti program tugas belajar, perencanaan anggaran diklat yang cermat dan matang, penambahan perangkat komputer.
Kata Kunci : Pengembangan Karier; Promosi