Laporkan Masalah

NEW MEDIA DAN PUBLIC SPHERE (Analisis Isi Forum Diskusi Komunitas Maya dan Kualitas Deliberasi dalam www.Kaskus.us)

Lisa Lindawati, Kuskridho Ambardi

2009 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Penelitian ini berawal dari adanya secercah harapan akan kehadiran new media yang mampu memperbaiki kondisi demokrasi bangsa ini. Penelitian yang ingin mengorek kebenaran ataupun ketidakbenaran harapan tersebut. Sebagai upaya menyajikan refleksi mengenai peluang dan tantangan yang harus kita hadapi untuk dapat mengambil manfaat seoptimal mungkin dari kedatangan media baru ini. Sehingga, media ini tidak serta merta datang karena ada kemajuan teknologi tetapi juga benar-benar membawa perbaikan pada kualitas kehidupan manusia. Dalam hal ini adalah perbaikan kualitas demokrasi itu sendiri. Demokrasi selama ini dipahami sebagai sebuah sistem berdasarkan suara terbanyak. Peran mayoritas mempunyai pengaruh yang besar dalam penentuan kebijakan. Sedangkan suara minoritas cenderung diabaikan. Padahal suara minoritas belum tentu mempunyai kualitas yang lebih buruk dari suara mayoritas. Pemahaman ini menjadikan sistem ini hanya sebagai sebuah agregasi kepentingan individu dan mengabaikan diskusi-diskusi yang sifatnya lebih rasional. Kecenderungan ini mendorong lahirnya paham baru mengenai demokrasi, dimana mekanisme demokrasi didasarkan pada sebuah proses deliberasi (deliberative democracy). Proses dimana ada komunikasi rasional yang merujuk pada kebaikan bersama (common good). Bukan hanya sekedar agregasi kepentingan individu yang seakan-akan menjadi kepentingan masyarakat. Namun, benar-benar berlandaskan pemikiran rasional untuk mencapai apa yang benar-benar menjadi kebaikan masyarakat banyak. Disinilah fungsi vital public sphere berada, yaitu sebagai ruang tempat berlangsungnya sebuah proses deliberasi. Keberadaan old media yang dulu diagung-agungkan sebagai bagian integral dari public sphere dianggap tidak mampu lagi menjalankan perannya. Ada beberapa faktor yang menjadikannya kurang optimal sebagai sebuah public sphere. Dan new media dianggap mempunyai kemampuan yang lebih baik sebagai sebuah public sphere. Hanya saja, masih ada hal yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita. Untuk mewujudkan mekanisme demokrasi yang baik, tidak hanya semata-mata tersedia sebuah ruang saja. Namun, kualitas deliberasi yang terjadi didalamnya menjadi elemen yang vital untuk dikaji lebih dalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan masih lemahnya kualitas deliberasi yang terjadi dalam public sphere yang dibentuk oleh new media. Kekuatan new media dalam menyediakan ruang tersebut ternyata belum mampu difungsikan secara optimal oleh masyarakat. Masih perlu proses belajar panjang untuk mampu mewujudkan deliberasi yang berkualitas. Namun, paling tidak banyaknya diskusi-diskusi politik yang terjadi dalam dunia maya menjadi cikal bakal yang cukup potensial untuk benar-benar menjadi bagian dari sebuah proses deliberasi. Semua tergantung komitmen masyarakat Indonesia dalam memperbaiki kondisi demokrasi bangsa ini. Kata kunci : deliberasi, public sphere, new media

Kata Kunci : Media; Internet


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.