Melawan Arus Globalisasi Studi Tentang Gerakan Sosial Politik LSM SPTN-HPS Dan Paguyuban Petani Organik Di Bantul Dalam Upaya Perlawanan Terhadap Globalisasi Petanian Untuk Ttransformasi Sosial
RATNA WENY ASTUTI, --
2010 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Kebijakan Revolusi Hijau merupakan bentuk globalisasi pertanian yang dilegalkan yang menganut sistem pertanian modern, dengan penggunaan pupuk dan pestisida kimia, benih transgenik, dan mesin-mesin hasil dari pengembangan teknologi TNC agribisnis di negara maju. Pada implementasi kebijakan Revolusi Hijau petani dipaksa untuk menjadi konsumen produk teknologi pertanian TNC agribisnis dan negara maju, dibarengi dengan semakin parahnya kerusakan lingkungan. Keadaan tersebut menimbulkan keprihatinan yang menjadi spirit terbentuknya LSM SPTN-HPS dan paguyuban petani organik yang terlahir dari Deklarasi Ganjuran. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mempunyai dua pertanyaan yang hendak di jawab. Pertama, bagaimana strategi gerakan LSM SPTN-HPS dalam pemberdayaan petani organik di Bantul sebagai upaya perlawanan terhadap globalisasi pertanian? Kedua, bagaimana implikasi dari strategi gerakan yang diterapkan LSM SPTN-HPS dalam pemberdayaan petani organik di Bantul dapat mewujudkan transformasi sosial? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas strategi gerakan LSM SPTNHPS dalam melakukan transformasi sosial di kalangan petani dan paguyuban petani organik binaannya, yang disertai dengan mekanisme penjalinan jaringan atau relasi secara internal maupun eksternal. Untuk mendapatkan informasi tentang hal tersebut penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, yang memaparkan datadata subyektif dari hasil wawancara dan observasi secara langsung di lapangan terhadap informan-informan yang terkait. Strategi gerakan sosial politik pertanian organik HPS terbagi kedalam tiga periode, yaitu strategi gerakan “Tetesan Minyak”, strategi gerakan “Inward Looking”, dan strategi gerakan “Popular Education”. Dilihat dari perjalanan dan perkembangan strategi gerakan, gerakan ini mengalami perubahan dari karakter gerakan pembebasan menjadi karakter gerakan pertahanan. Gerakan sosial politik pertanian organik merupakan gerakan kontra mainstream. Hal ini terlihat dari adanya mekanisme popular education atau pendidikan masyarakat yang memadukan penyadaran ideologi dan pemberian ketrampilan. Efektifitas strategi gerakan sosial politik pertanian organik HPS untuk transformasi sosial terletak pada strategi gerakan “Popular Education”. Karakter masyarakat pasif atau aktif mempengaruhi keberhasilan transfer ide transformatif dari LSM kepada masyarakat. Ditemukan dua bentuk transformasi sosial yang terjadi pada petani dan paguyuban petani organik dampingan LSM SPTN-HPS. Pertama, transformasi sosial pada tataran “perang manuver”. Kedua, transformasi pada tataran “perang posisi”. Transformasi sosial yang mencapai tataran “perang posisi” lebih menjamin eksistensi gerakan sosial politik dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan masyarakat sebagai bagian dari pelaku gerakan sosial politik memahami nilai-nilai ideologi sebagai dasar kesadaran. (Kata kunci: kebijakan Revolusi Hijau, globalisasi pertanian, strategi gerakan, gerakan kontra mainstream, transformasi sosial)
Kata Kunci : Gerakan Sosial