PERTARUNGAN PARTAI-PARTAI POLITIK BERLABEL NAHDLATUL ULAMA (NU) (STUDI TERHADAP STRATEGI PKNU KOTA BLITAR)
BASTOMI AHMAD, --
2010 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Skripsi ini merupakan rumusan hasil penelitian yang berkaitan dengan strategi partai politik baru untuk menembus pasar dan memperoleh suara dalam pemilu 2009. Skripsi ini memaparkan strategi yang digunakan oleh PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) dalam pemilu 2009 untuk merebut dukungan dari masyarakat nahdliyin yang notabene juga merupakan basis massa dari PPP dan PKB. Penelitian ini penting karena paling tidak dapat menjelaskan bagaimana “partai pecahan” merebut suara dari partai-partai politik yang memiliki basis massa yang sama tetapi memiliki akar yang lebih kuat. Penelitian ini dilakukan di kota Blitar sebelum pelaksanaan pemilihan umum legislatif, jadi antara bulan februari hingga april 2009. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-eksploratif, data yang diperlukan diperoleh dengan melakukan observasi untuk mengetahui tentang kondisi awal di lapangan. Selnjutnya data-data yang lebih detail tentang strategi dikumpulkan dengan melakukan wawancara dengan beberapa pihak yang mempunyai informasi yang signifikan dalam hal ini pengurus partai juga ketua badan pemenangan Pemilu, selain itu data-data berupa dokumen atau arsip juga digunakan sebagai data penunjang. Dari penelitian yang dilakukan dapat dirumuskan beberapa temuan atau kesimpulan. Ada beberapa strategi yang digunakan PKNU kota Blitar untuk merebut suara dari masyarakat, yaitu: pertama, penggunaan isu tentang identitas ke-NU-an PKNU, bahwa PKNU lebih identik dengan NU daripada saudara tuanya yaitu PPP dan PKB. Selain itu yang kedua, berbeda dengan saudara tuanya, PKNU menempatkan Kiai dalam posisi yang strategis dan terhormat dalam stuktur kelembagaan partai. Ketiga jaringan pondok pesantren juga dimanfaatkan semaksmal mungkin untuk menarik dukungan dari kalangan pesantren. Keempat dalam rangka menjaring dukungan dari masyarakat umum, wacana sebagi partai yang terbuka juga diusung sebagai salah satu senjata. Kelima, melihat potensi pemilih perempuan yang tinggi, dibentuk pula beberapa kader perempuan sebagai bentuk pemberdayaan kader-kader perempuan yang ada. Strategi yang diterapkan ternyata belum mampu memperoleh hasil yang maksimal karena PKNU hanya mampu meraih satu kursi di parlemen sedangkan saudara tuanya masing-masing memperoleh tiga kursi di parlemen. Masalah yang paling utama yang melatarbelakangi hal tersebut adalah semakin tingginya tingkat pragmatism masyarakat terhadap partai politik serta kurangnya dukungan financial yang mencukupi sehingga banyak political cost yang tidak dapat dipenuhi.
Kata Kunci : Partai Politik