RESPON MASYARAKAT TERHADAP POTENSI SRIWEDARI SEBAGAI TAMAN EDUKASI DAN WISATA BUDAYA DI SURAKARTA
MUHAMMAD ARIEF BUDIAWAN, Soeprapto
2010 | Skripsi | SosiologiDaerah perkotaan merupakan tempat yang sarat akan tempat-tempat hiburan dan fasilitas-fasilitas publik. Pada umumnya tempat hiburan dan fasilitas publik tersebut memiliki kecenderungan mengarah pada modernisasi dan mengangkat tema budaya barat. Seperti halnya beberapa kafe yang dilengkapi dengan penampilan Live music-nya, kemudian adanya mal dengan pusat perbelanjaan yang dilengkapi dengan food court, game center dan tempat untuk menonton film yang memiliki konsep one stop shopping, tetapi di Surakarta ternyata dijumpai tempat hiburan dengan konsep utamanya adalah kebudayaan daerah. Tempat tersebut bernama taman Sriwedari. Taman tersebut didirikan oleh pihak keraton dengan tema taman hiburan rakyat. Sampai sekarang lokasi tersebut tetap bertahan dengan konsep tradisinya meski sekarang disana ada balutan konsep yang lebih modern untuk beberapa lokasi tetapi konsep kebudayaan sebagai tema utamanya masih dipertahankan. Dan dengan tetap mempertahankan beberapa lokasi yang memiliki nilai sejarah yang sekarang sudah menjadi kawasan cagar budaya, sriwedari memiliki potensi yang lebih dan tidak hanya sekedar sebagai taman hiburan semata. Dari latar belakang tersebut maka penulis memiliki rumusan permasalahan dengan mencoba menggali dan melihat potensi-potensi yang mungkin bisa diangkat seperti potensi edukasi dan potensi wisatanya, dari rumusan tersebut penulis bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah potensi Taman Sriwedari tersebut, sebagai taman hiburan masyarakat yang memiliki manfaat edukasi maupun wisata, serta untuk menganalisis potensi tersebut penulis memerlukan respon dari masyarakat baik itu dari pengunjung, pedagang maupun para aktor dan pekerja seni yang menggantungkan mata pencahariannya di lokasi tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, suatu metode yang lebih menitik beratkan pada sebuah proses didalam mendapatkan informasi. Teori yang penulis pakai didalam penelitian tersebut teori utamanya adalah teori ruang publik dari Juergen Habermas dan teori tambahannya adalah teori pilihan Rasional dari James S Coleman. Untuk mendapatkan informasi, penulis melakukan indepth interview. Dari temuan dilapangan terdapat pendapat yang beragam mengenai keberadaan dan potensi dari sriwedari. Bagi para mahasiswa dan pelajar, Sriwedari adalah sebagai tempat pencarian reverensi pustaka, bagi para seniman pemanfaatan Sriwedari sebagai tempat berlatih pendidikan seni budaya dan perekrutan sedangkan untuk para pengunjung pertunjukan wayang orang potensi edukatif lebih dirasakan kepada pemanfaatan pertunjukan wayang orang sebagai media penyampai pesan moral dan budi pekerti. Sedangkan mengenai potensi wisata lebih kepada segmentasi budaya, bahwa taman Sriwedari dari konsep awalnya adalah sebagai taman hiburan rakyat sekaligus sebagai ruang publik masyarakat Surakarta yang diharapkan keberadaannya bisa dinikmati dari berbagai kalangan, tetapi dengan keberadaannya yang sekarang yang sudah menjadi cagar budaya karena menyimpan sejarah yang ada kaitannya dengan berdirinya kota Surakarta maka Sriwedari potensial sekali untuk menjadi bagian dari lokasi kunjungan wisata budaya. terlebih dengan keberadaan museum dan gedung pertunjukan wayang orang ternyata menyimpan potensi lain yaitu potensi edukasi terutama pendidikan seni tradisi dan budaya yang menyangkut pendidikan nilai-nilai, norma, budi pekerti dan kharakteristik orang Jawa.
Kata Kunci : Pariwisata