Laporkan Masalah

KEMENANGAN DPJ (DEMOCRATIC PARTY OF JAPAN) PADA PEMILU JEPANG TAHUN 2009

Erwin Murdyanti, --

2010 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Melalui uraian pada bab-bab pembahasan sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemilu Jepang tahun 2009 merupakan bentuk konsekuensi sebagai negara yang demokratis, yaitu bagian dari partisipasi masyarakat negara ini untuk berperan serta dalam penyelenggaraan negara. Jepang sendiri merupakan negara demokrasi yang menjalankan sistem parlementarian representatif. Sejak akhir dekade 1880-an, Jepang telah menjalankan sistem pemerintahan yang mapan lewat kepemimpinan pemerintah yang dipegang oleh perdana menteri. Hingga tahun 2009 Jepang berhasil menjalankan pemilihan umum untuk memilih perdana menteri secara demokratis, dimana melalui pemilu pada tahun tersebut berhasil dimenangkan oleh DPJ sebagai partai oposisi yang kemudian membawa figur Yukio Hatoyama sebagai perdana menteri Jepang menggantikan Taro Aso yang berasal dari partai LDP yang sebelumnya telah memenangkan pemilu di Jepang selama kurang lebih 54 tahun. Kemenangan DPJ pada pemilu Jepang tahun 2009 merupakan hal yang tidak diduga-duga oleh kubu incumben, namun kenyataan hingga hasil perhitungan kubu DPJ berhasil mengungguli LDP. Kemenangan DPJ tidak terjadi begitu saja namun terdapat hal-hal yang secara signifikan turut berpengaruh pada kemenangan DPJ tersebut. Berdasarkan pada asumsi penulis yang kemudian dibuktikan melalui analisis karya penelitian ini terdapat tiga hal penting yang turut mendukung kemenangan DPJ pada pemilu Jepang tahun 2009. Faktor yang pertama adalah, karena adanya kemampuan DPJ dalam mengolah isu yang sedang terjadi sebagai faktor pendukung kemenangannya. Pada saat menjelang pemilu, perekonomian Jepang mengalami kemunduran yang sangat drastis, hal itu juga mengakibatkan banyaknya industrindustri di Jepang mengalami kebangkrutan dan mengakibatkan jumlah pengangguran semakin bertambah. Keterkaitan antara isu kemunduran perekonomian Jepang sebagai faktor pendukung kemenangan DPJ pada pemilu tahun 2009 bagi penulis merupakan sebuah kondisi yang sangat menguntungkan kubu DPJ, sekaligus menjatuhkan popularitas kubu incumben. Pada akhirnya, perekonomian Jepang yang terpuruk di bawah kepemimpinan LDP menjadi isu rasional yang diterima oleh publik Jepang sebagai konstituen untuk mengalihkan pilihannya dari LDP ke DPJ. Faktor yang kedua sebagai faktor pendorong kemenangannya adalah adanya orientasi calon pemimpin sebagai faktor pendukung kemenangannya pada pemilu Jepang tahun 2009. Figur Yukio Hatoyama, sebenarnya merupakan politikus Jepang yang telah mengenyam berbagai pengalaman di dunia legislatif Jepang keberadaan Hatoyama sebagai figur muda, karena dua faktor, yaitu usianya yang relatif muda karena satu-satunya perdana menteri Jepang yang lahir pasca Perang Dunia II, sedangkan faktor kedua adalah bahwa memiliki karir lainnya yaitu sebagai profesor dan engineer yang akan turut menambah daya saing dibandingkan figur LDP. Keberadaan calon pemimpin Jepang merupakan hal penting yang menjadi persepsi sekaligus pertimbangan publik Jepang. Tampilnya Hatoyama sebagai kandidat perdana menteri yang memiliki kapabilitas pada aspek pendidikan yang memadai akan turut memberikan kontribusi bagi kemenangannya pada pemilu Jepang tahun 2009. Selain itu visi misi yang diusung oleh Hatoyama yang memperhatikan masyarakat menengah kebawah dimana hal ini telah lama diabaikan oleh LDP pada masa kepemimpinan Taro Aso yang lebih memihak pada kaum borjuis dan masyarakat menengah keatas. Hali itu mengundang simpati masyarakat yang telah bertahun-tahun mendukung LDP kemudian bermanuver untuk mendukung DPJ. Dengan demikian maka dapat dibuktikan tentang isu-isu yang sedang berkembang dan orientasi calon pemimpin sebagai faktor yang berhasil mendukung kemenangan DPJ pada pemilu Jepang tahun 2009.

Kata Kunci : Pemilu Jepang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.