Laporkan Masalah

Perempuan Dan Perilaku Konsumtif (Studi Mengenai Perilaku Konsumtif Mahasiswi Terhadap Strategi Pemasaran Klinik Kecantikan di London Beauty Centre)

INDRIANA, Tania Agustia , Partini

2010 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian mengenai Perempuan dan Perilaku Konsumtif (Studi Mengenai Perilaku Konsumtif Mahasiswi Terhadap Klinik Kecantikan di London Beauty Centre) mengambil konteks mahasiswi dalam mengkonsumsi produk-produk terhadap klinik kecantikan. Adanya perilaku konsumtif mahasiswi ini sangat menarik untuk dikaji mengingat bahwa banyaknya mahasiswi yang datang ke klinik kecantikan seiring semakin berkembangnya berbagai macam klinik kecantikan di kota Yogyakarta ini. Esensi pokok dalam penelitian ini adalah peneliti ingin melihat bagaimana klinik kecantikan London Beauty Centre menawarkan produk kepada mahasiswi sehingga mahasiswi bisa tertarik untuk datang ke klinik kecantikan dan bagaimana mahasiswi itu memaknai kecantikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriprif dengan pendekatan analitik. Pemilihan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analitik ini dilakukan karena dalam penelitian ini cenderung mendeskripsikan suatu perilaku konsumtif kelompok tertentu. Perilaku konsumtif kelompok tersebut adalah perilaku konsumen terutama mahasiswi. Tehnik pengumpulan data, dilakukan melalui observasi di klinik kecantikan London Beauty Centre. Selain itu juga dilakukan wawancara mendalam kepada informan utama yaitu mahasiswi yang menggunakan produk kecantikan London Beauty Centre. Informan tambahan adalah dokter, ibu-ibu dan mahasiswa untuk mendapatkan informasi mengenai tanggapan mereka dalam memaknai kecantikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa startegi word of mouth menjadi strategi yang sangat berhasil untuk menarik mahasiswi sebagai konsumen. Word of mouth marketing merupakan pemasaran yang menyampaikan informasi dari orang satu ke orang yang lain. Biasanya orang yang berhasil dan puas menggunakan suatu produk akan merekomendasikan kepada teman, kerabat atau sapa saja. Selain itu, adanya persepsi mengenai pemaknaan kecantikan menurut setiap orang beranekaragam. Namun, tak banyak dari mereka terutama mahasiswi mengungkapkan bahwa makna kecantikan itu lebih mengarah kepada kecantikan lahir dan batin. Meskipun begitu tak bisa dipungkiri bahwa kecantikan dalam tak akan sempurna tanpa kecantikan luar, sehingga mahasiswi saat ini banyak datang ke klinik kecantikan untuk melakukan perawatan. Adanya fenomena sosial masyarakat konsumsi ini membuat mahasiswi yang menjadi objeknya tidak menyadari bahwa apa yang mereka konsumsi terus menerus dan berulang-ulang tanpa adanya asas manfaat yang menjadi prioritas dan hanya untuk mencapai kepuasan semata membuat mereka dapat berperilaku konsumtif.

Kata Kunci : Perempuan; Gaya hidup


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.