Proses Terjadinya Motif Pergeseran Konsumsi Media Massa Perempuan Studi Kasus Terhadap Pembaca Koran Kompas Perempuan Usia 20-24 Tahun di Wilayah Yogyakarta
S h i n t a I n d a h a y a t i, Nunung Prajarto
2009 | Skripsi | Ilmu KomunikasiPenelitian ini diawali dengan sebuah fenomena menarik. Menurut peneliti, fenomena ini masih baru saja dirasakan oleh sebagian orang, yaitu adanya fenomena pergeseran pola bermedia yang terjadi pada perempuan pada rentang usia tertentu. Lembaga penelitian Mark&Co mendapati aktivitas perempuan dalam mengkonsumsi media cetak telah bergeser. Media koran telah menjadi pilihan utama dibandingkan majalah atau media cetak lainnya. Fenomena tersebut memang seakan tak terlepas dari keterbukaan zaman serta makin kompleksnya kehidupan modern di Indonesia. Pergeseran pandangan baik dari dalam diri perempuan maupun pandangan dari luar mengenai posisi dan kapabilitas perempuan telah mendorong aktivitas yang jauh meluas di berbagai ranah kehidupan. Lebih lanjut, fenomena tersebut dapat kita tangkap dalam peningkatan pembaca perempuan, terutama pada koran Kompas. Data dari Litbang Kompas mengenai peningkatan pembaca perempuan, menambah sederetan fakta mengenai fenomena yang terjadi. Dalam profil Kompas, dinyatakan bahwa dari tahun 2001- 2008, pembaca koran Kompas perempuan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan, wilayah yang memiliki prosentase perubahan tertinggi adalah pembaca di Yogyakarta, dimana besaran prosentase peningkatan pembaca perempuan mencapai 32 persen, jauh lebih besar bila dibandingkan dengan prosentase peningkatan pembaca perempuan secara nasional yang hanya sebesar 27,85 persen. Jika kita lihat lebih lanjut, pendorong perubahan pembaca Kompas tersebut ternyata memiliki rentang usia yang spesifik, yaitu perempuan yang berusia sekitar 20 – 24 tahun. Kekhasan usia tersebut memang didukung oleh pandangan ahli psikologi Erik Erikson yang membagi perkembangan seseorang dalam delapan tahapan. Pada usia 20 – 24 tahun seseorang sampai pada usia dewasa awal, dimana hal yang paling dirasa cukup kuat adalah proses perkembangan pola pikir yang erat dengan kebutuhan kognitif serta peran di lingkungan sosial. Dari hal tersebut, identitas yang ingin dicapai mulai terbentuk, sehingga pada usia ini, mereka sudah dapat dianggap cukup dewasa untuk bertanggungjawab atas perbuatannya. Dalam hal ini, fenomena pergeseran pola bermedia akan menjadi semakin jelas dalam lingkup yang berdasarkan pada teori uses and gratification sebagai pintu utama. Disini, khalayak secara aktif menentukan pilihan bermedia sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya pada saat itu. Dari konsep yang menjadi pintu utama tersebut, pola pergeseran dipetakan dengan menjelaskan faktor-faktor yang mampu mempengaruhi prilaku konsumen dalam pilihannya mengkonsumsi media. Hal ini menjadi penjelas yang cukup kuat terutama terkait dengan kemungkinan sikap yang mungkin muncul terhadap perubahan fungsi dasar motivasi dalam bermedia. Jawaban atas fungsi tersebut yang akhirnya diuraikan dalam bab-bab penelitian ini.
Kata Kunci : Media