Laporkan Masalah

Implementasi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMAN 1 Mojoagung

RAKHMA YUNIA FITRI, I Made Krisnajaya

2010 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Dalam menghadapi persaingan global, kebutuhan akan SDM yang berkualitas dan berdaya saing unggul merupakan suatu hal yang mutlak. SDM yang berkualitas dan memiliki keunggulan kompetitif dapat dibentuk melalui proses pendidikan yang bermutu. Ketertinggalan dari negara-negara tetangga dalam berbagai bidang di era globalisasi menyebabkan pemerintah terdorong untuk memacu diri memiliki standar internasional, dan sektor pendidikan termasuk yang didorong untuk berstandar internasional. Pemerintah kemudian mengembangkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu sekolah yang ditunjuk untuk menyelenggarakan RSBI adalah SMAN 1 Mojoagung. Penelitian ini difokuskan pada studi implementasi untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan RSBI di SMAN 1 Mojoagung serta faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi. Implementasi diartikan sebagai pelaksanaan program yang dilakukan oleh pelaksana dalam mencapai tujuan program yang telah ditetapkan untuk mengetahui apa saja yang berlangsung selama implementasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang diperoleh melalui wawancara observasi, dokumentasi, serta studi pustaka, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Implementasi RSBI di SMAN 1 Mojoagung meliputi kurikulum, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya yaitu SDM, sarana prasana, pembiayaan, dan koordinasi. Dari empat faktor tersebut, SDM dan sarana prasarana memiliki potensi untuk menghambat implementasi RSBI. SDM, khususnya guru masih belum memiliki kemampuan yang memadai dalam berkomunikasi dengan Bahasa Inggris sehingga berpengaruh dalam penyampaian materi kepada siswa. Untuk sarana, belum tersedianya Laboratorium Biologi juga berpotensi menghambat implementasi RSBI karena dapat memecah konsentrasi siswa serta mempengaruhi hasil akhir belajar siswa. Dari segi pembiayaan, pihak sekolah sudah memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai kegiatan-kegiatan dalam RSBI. Koordinasi yang sudah terjalin antara pihak sekolah dengan pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten juga sudah dilakukan secara konsisten dengan intensitas yang berbeda. Saran yang dapat diberikan di antaranya meningkatkan kemampuan guru dalam hal penguasaan Bahasa Inggris melalui program ”English Experience Day” dan kursus Bahasa Inggris di luar lingkungan sekolah; mempercepat pembangunan Laboratorium Biologi; membangun prasarana berupa gedung serbaguna yang dapat menunjang berbagai aktivitas ekstrakurikuler siswa; serta tetap menjaga koordinasi yang sudah terjalin agar implementasi dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan program. Kata Kunci: Implementasi, RSBI, SDM, Sarana Prasarana, Pembiayaan, Koordinasi

Kata Kunci : Pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.