Laporkan Masalah

”KOMODIFIKASI FUTSAL” (Studi di Tiga Arena Futsal di Kecamatan Depok, Sleman, DIY)

HARWANTO BIMO PRATOMO, Suharko

2009 | Skripsi | Sosiologi

Olahraga merupakan bagian integral dari kehidupan manusia dalam sejarah perkembangan peradabannya. Manusia telah mengenal olahraga sebagai suatu aktivitas fisik semenjak zaman purba dimana kegiatan berburu yang sarat dengan aktivitasaktivitas yang menuntut keterampilan fisik menjadi kegiatan utama masyarakat purba. Olahraga turut mengalami perubahan nilai dan fungsi seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Mulai dari sebagai aktivitas untuk mencari makanan; bentuk pemujaan terhadap dewa-dewa sebagaimana di kebudayaan Yunani; dasar pendidikan kemiliteran sebagaimana di kebudayaan Romawi; hingga menjadi aktivitas waktu luang sebagaimana terjadi di masyarakat industri. Kini, aktivitas waktu luangpun mulai mengalami proses komodifikasi. Aktivitas waktu luang telah dipandang sebagai sebuah komoditas dengan nilai ekonomis yang tinggi. Demikian pula yang terjadi dengan olahraga. Tidak lagi sebagai aktivitas waktu luang, olahraga telah menjadi aktivitas produksi yang menghibur (entertainment) sebagai produknya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui bagaimana komodifikasi futsal terjadi di Yogyakarta. Dengan demikian penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui proses terjadinya komodifikasi olahraga futsal di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang gejala atau fenomena sosial tertentu pada masyarakat dan mendeskripsikannya dalam tulisan ini. Penelitian ini berlokasi di daerah Depok, Kabupaten Sleman, DIY. Peneliti mengambil informan dengan cara purposive. Pengambilan data dalam penulisan ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatoris, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat ialah futsal telah menjadi trend dan juga trademark bagi anak muda di Yogyakarta, olahraga ini bukan hanya melakukan olah terhadap raga, namun telah menembus batas-batas olahraga jasmani itu sendiri, futsal merupakan salah satu alat pengekspresian eksistensi kaum muda. Yang menyebabkan dikonsumsinya segala sesuatu yang berhubungan dengan futsal dengan semakin dimaknainya futsal sebagai trend dan gaya hidup masyarakat saat ini, maka semakin banyak pula berdirinya arena-arena futsal yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi para konsumen. Semakin lengkap berbagai fasilitas yang diberikan, semakin tinggi pula harga yang dikenakan kepada konsumen. Disini dapat dilihat bahwa masyarakat tidak hanya memburu segi olahraganya saja, akan tetapi faktor gaya dan citra. Futsal tidak hanya dimaknai dalam ranah olahraga itu saja, di sini berkembang fashion (penampilan) dalam bentuk peralatan yang harus digunakan hanya untuk memperpantas diri sebagai penunjukan bahwa inilah futsal, bukan olahraga lainnya. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa proses komodifikasi futsal telah terjadi di Yogyakarta. Dari trend, kemudian ke fashion, maka yang terjadi selanjutnya adalah dijadikannya olahraga ini sebagai gaya hidup. Sehingga futsal telah menjadi subyek komodifikasi, hal ini ditunjukkan dengan diharuskannya penggunaan beberapa intrumen olahraga ini (sepatu, kaos, celana dan peralatan lainya) sebagai batas minimal kepantasaan seseorang bermain dalam arena futsal. Dan adanya klasifikasi arena futsal juga menunjukan proses komodifikasi tersebut. Selain menjadi subyek, futsal telah menjadi obyek komodifikasi itu sendiri, hal ini ditunjukkan dengan dijadikannya berbagai sisi dari futsal sebagai alat promosi suatu produk. Baik itu yang berhubungan dengan futsal atau tidak sama sekali.

Kata Kunci : Futsal-Olah Raga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.