GERAKAN PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) PASCA ORDE BARU (Studi tentang gerakan PKK pasca Orde Baru di Kelurahan Banguntapan, Kabupaten Bantul) Disusun oleh : YULIA DYAH LISTIANINGRUM 05/1850
YULIA DYAH LISTIANINGRUM, Sigit Pamungkas
2009 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Perubahan sistem pemerintahan sejak runtuhnya Orde Baru hingga saat ini mempunyai peran yang sangat besar dalam perubahan berbagai segi kehidupan. Korporatisme yang telah lama dipraktekkan oleh pemerintah Orde Baru berangsur-angsur terkikis. Keadaan ini tentunya membawa banyak harapan bagi masyarakat misalnya dalam terwujudnya masyarakat sipil. Masyarakat sipil dimaksudkan lebih sebagai sebuah gerakan sosial yang mandiri sehingga tidak merupakan alat kekuasaan negara dalam mencapai tujuannya. Ketika Orde Baru tentu hal itu sulit untuk diwujudkan karena dengan kekuasaan korporatisme negara merupakan pemegang kendali dan kontrol terhadap seluruh tatanan kehidupan masyarakat termasuk fungsi kontrol terhadap gerakan, organisasi, dan partai politik yang ada saat itu. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk membahas mengenai gerakan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) pasca Orde Baru dengan mengambil studi penelitian di Kelurahan Banguntapan Kabupaten Bantul untuk mengetahui pergeseran apa yang terjadi pada PKK mengingat ketika pemerintah Orde Baru gerakan ini begitu terkooptasi oleh pemerintah sehingga tidak mendukung terciptanya masyarakat sipil sedangkan saat Orde Baru runtuh dan kooptasi negara berangsur hilang sehingga harapan untuk mewujudkan masyarakat sipil terbuka lebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah Orde Baru runtuh, PKK sebagai gerakan yang dibentuk oleh pemerintah Orde Baru masih tetap bertahan di masyarakat Banguntapa dengan adanya perubahan dalam berbagai hal yang dapat dilihat melalui segi internal maupun eskternal gerakan. Perubahan yang terjadi disebabkan adanya tuntutan dari masyarakat terhadap gerakan PKK yang semakin meningkat dalam mengadakan berbagai kegiatan dan juga munculnya berbagai organisasi kemasyarakatan yang dapat mengeliminir gerakan PKK. Perubahan tersebut diantaranya diantaranya adalah konsep gerakan yang lebih memfokuskan pada gerakan pemberdayaan masyarakat khususnya pada pemberdayaan perempuan dan pengembangan jaringan atau kemitraan dengan pihak lain. Adanya reorientasi dan reorganisasi gerakan yang dimaksudkan untuk mengubah PKK di Kelurahan Banguntapan sebagai gerakan masyarakat sipil ternyata belum mencapai hasil yang maksimal karena masih ada ketergantungan pada pemerintah dalam hal pembiayaan gerakannya. Namun demikian, arah menuju sebuah gerakan masyarakat sipil telah dilakukan oleh PKK. Melalui penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa belum tentu pergantian pemerintahan menuju ke sistem yang lebih demokratis secara mudah membawa perubahan pada sebuah gerakan yang pada mulanya berada dalam korporatisme negara menjadi sebuah gerakan masyarakat sipil.
Kata Kunci : Organisasi Masyarakat