Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN PROGRAM PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (Studi Kasus: PKBM Tunas Harapan di Desa Wonolelo Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul Yogyakarta)

NUR LAILA RAHMAWATI, --

2009 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi PKBM Tunas Harapan yang ternyata sampai sekarang belum dapat menunjukkan perubahan kondisi kehidupan masyarakat/warga belajarnya, padahal PKBM Tunas Harapan telah menyelenggarakan berbagai program pembelajaran. Kondisi program-program terutama program yang terkait dengan mata pencaharian warga justru mengalami kemacetan, kondisinya memprihatinkan. Berawal dari hal inilah peneliti ingin mengkaji lebih dalam tentang pengembangan program yang dilakukan PKBM Tunas Harapan dalam rangka memberdayakan/meningkatkan kualitas sumber daya warga belajarnya. Untuk menjawab pertanyaan penelitian secara teoritis dilakukan kajian teori tentang pengembangan program, partisipasi masyarakat, serta peran administrator. Penelitian lapangan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptifevaluatif. Pengumpulan data dilakukan terhadap pengelola/penyelenggara PKBM, staf Dinas P & K Subdin Dikluse beserta masyarakat sekitar PKBM dengan menggunakan teknik pengamatan wawancara mendalam (in dept interview), berperan serta (observasi participant), dan telaahan dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis induktif. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perencanaan/penentuan jenis program kurang didasarkan pada hasil identifikasi potensi/sumber-sumber yang ada dan kebutuhan belajar warga, tetapi lebih cenderung didasarkan pada judgement dari penyelenggara/pengelola terutama ketua. Warga belajar cenderung ditempatkan sebagai buruh/ pegawai yang dibayar oleh ketua dan ketua sama dengan pengusaha sehingga tidak mencerminkan kebersamaan antara warga belajar dengan pengelola apalagi transparansi dalam pengelolaaan program. Partisipasi warga belajar/masyarakat tidak mendapatkan tempat/porsi yang lebih karena peran dominan ketua. Pengembangan program-program pembelajaran PKBM Tunas Harapan sudah mengacu pada konsep dasar pengembangan program non formal, sudah disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang ada di wilayah dan mulai dikaitkan dengan kebutuhan pasar. Akan tetapi, kemampuan ini tidak diimbangi dengan kemampuan dalam melakukan perannya sebagai fasilitator dan motivator warga belajar. Mereka belum bisa bertindak sebagai enabler/pemungkin bagi pemberdayaan atau peningkatan kualitas sumber daya warga. Program-program yang diselenggarakan masih dianggap sebagai proyek, belum digunakan sebagaimana mestinya guna membelajarkan atau memberdayakan warga, program-program justru dimanfaatkan untuk memperdaya masyarakat/warga belajar. Maka dari itu banyak program yang semula bervisi misi baik akhirnya mengalami kemacetan dan tidak berhasil mencapai tujuannya. Melihat kondisi tersebut dapat diajukan beberapa rekomendasi yaitu: (1) Pemerintah Kabupaten Bantul harus lebih memperhatikan sektor pendidikan non formal sebagai pendidikan pelengkap, penambah dan pengganti pendidikan formal. (2) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul harus lebih dapat merespon ide-ide dari masyarakat. (3) PKBM Tunas Harapan harus mengembangkan jaringan informasi untuk mewadahi aspirasi dari masyarakat serta menjalin kerjasama dengan elemen-elemen lainnya. (4) Pengembangan program PKBM Tunas Harapan membutuhkan peran serta atau partisipasi dari warga masyarakat Wonolelo pada khususnya.

Kata Kunci : Pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.