STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK PETERNAK TEGAL MAKMUR DI PINGGIRAN KOTA YOGYAKARTA
Daniel Deny Prasetya, Janianton Damanik
2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Para peternak di Indonesia sebagian besar merupakan peternak tradisional atau peternakan rakyat. Pangsa pasar terbesar memang masih dikuasai daging lokal. Meskipun demikian, harga jual yang diterima oleh peternak rakyat masih relatif rendah, tidak sebanding dengan biaya, waktu dan tenaga yang dikeluarkan. Secara kualitatif, meskipun pangsa pasarnya terbesar, tetapi manfaatnya bagi peternak rakyat belum nyata. Permasalahannya adalah bagaimana meningkatkan kuantitas dan kualitas daging sapi lokal, penanganannya pasca panen yang lebih baik, jaringan pemasaran masih terlalu panjang sehingga peternak rakyat dapat menerima tingkat harga jual yang layak. Belum lagi pemerintah mengeluarkan kebijakan impor daging yang belum tentu bebas dari penyakit ternak. Menjawab persoalan tersebut para peternak membentuk kelompok peternak. Melalui kelompok peternak tersebut dimaksudkan agar para peternak mempunyai posisi tawar-menawar yang lebih seimbang dengan pasar, pemerintah dan dunia usaha. Melihat fenomena di atas maka penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana strategi pengembangan usaha para peternak Tegal Makmur menyikapi permasalahan dan persaingan dalam dunia peternakan agar tetap bertahan. Para anggota kelompok peternak memaknai pembentukan organisasi atau kelompok ini sebagai wujud pemberdayaan masyarakat desa oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Penelitian ini berlokasi di dusun Ngawen, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta. Dipilihnya kelompok peternak ini karena masyarakat di sana sangat dinamis dan mampu mengembangkan pengelolaan peternakan sapi potong. Untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang strategi-strategi apa saja yang dilakukan oleh kelompok peternak maka peneliti menggunakan metode observasi langsung diiringi wawancara sebagai pengumpul data utama serta dokumentasi untuk mendapatkan datadata pendukung. Dari hasil penelitian diketahui bahwa strategi-strategi pengembangan usaha yang dilakukan oleh kelompok peternak adalah pemilihan bibit unggul, membentuk kelompok kerja untuk menjaga kualitas makanan ternak, meningkatkan kesadaran tentang urgensi kesehatan ternak, memperluas jaringan pemasaran, mengembangkan kemitraan, mengikuti lomba ternak sehat dan juga penguatan organisasi ternak itu sendiri. Pemilihan berbagai strategi tersebut disesuaikan dengan kemampuan organisasi dan tuntutan pasar. Dukungan para anggota beserta masyarakat dusun sangat berpengaruh terhadap perkembangan kelompok peternak ini. Sebagai masyarakat desa yang sebagian besar warganya bermatapencaharian sebagai petani menjadikan kelompok peternak ini memberi denyut ekonomi dan sosial bagi dusun Ngawen. Keberadaan kelompok peternak ini selalu bertemu dengan proses perubahan seiring dengan perkembangan jaman. Hal ini merupakan proses yang wajar, karena dengan bertambahnya waktu dan berkembangnya jaman menyebabkan pula bertambahnya pola pikir masyarakat khususnya peternak dalam berinovasi
Kata Kunci : Usaha Kecil; Ternak