KOMUNIKASI SOSIAL DALAM KELOMPOK SUFISME MASYARAKAT KOTA Studi Deskriptif Aktivitas Komunikasi Sosial Dalam Kelompok Sufisme Asuhan KH Luqman Hakim di DKI Jakarta
Rabi’ah Al Adawiyah, Nyarwi
2010 | Skripsi | Ilmu KomunikasiKomunikasi sosial memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Komunikasi sosial menjadi sebuah arena yang menunjukkan interaksi-interaksi yang sedang terjadi dalam kehidupan masyarakat tersebut. Keberadaan pesan sebagai elemen penting dalam aktivitas komunikasi sosial adalah gambarannya. Gambaran tentang seperti apa dan bagaimana aktivitas komunikasi sosial tersebut dilakukan. Kehidupan sosial senantiasa mengalami perubahan dan berbeda-beda dari satu waktu ke waktu lainnya. Perbedaan inilah yang menjadikan keunikan maupun ciri khas kelompok tertentu dalam menjalankan aktivitas komunikasi sosialnya. Keberadaan media sosial pun menjadi salah satu hal yang tidak dapat dikesampingkan untuk melihat fungsi dan peremajaan dari komunikasi sosial itu sendiri. Hal ini menjadi satu bagian yang saling terkait untuk melihat aktivitas komunikasi sosial yang terjadi. Dalam konteks tertentu, aktivitas komunikasi sosial sangatlah terkait dengan kegiatan-kegiatan spiritualitas karena proses yang dilakukannya lebih banyak bersifat untuk keperluan-keperluan normatif itu sendiri. Tak hanya itu, aktivitas komunikasi sosial juga dilakukan dalam rangka keberlangsungan hidup sekelompok masyarakat yang terdiri dari entitas yang saling terkait. Komunikasi sosial pun menjadi sebuah aktivitas yang akan terus menerus dilakukan hingga melahirkan perubahan-perubahan yang diharapkan darinya. Kelompok sufisme merupakan sebuah kelompok yang saat ini hadir dalam kehidupan masyarakat kota. Sebagai sebuah kelompok spiritual, kelompok sufisme tentu memiliki cara yang khas dalam menjalankan aktivitas komunikasi sosial itu sendiri. Sufisme yang dihadirkan dalam rangka menciptakan kesalehan sosial ini setidaknya terlihat hanya menjadi sekadar gaya hidup atau budaya populer kehidupan masyarakat kota saja. Kelompok sufisme asuhan Kiai Luqman Hakim seakan memiliki pandangan yang berbeda. Menjadikan sufisme memang sebagai jawaban atas keresahan hidup tetapi tidak menjadikannya sebagai sebuah budaya populer yang kering, sesaat, dan hanya sebatas permukaan saja. Kelompok sufisme ini memperlihatkan bagaimana aktivitas komunikasi sosial memainkan peranan penting dalam menjadikan sufisme sebagai cara hidup tidak hanya sekadar gaya maupun popularitas sesaat. Key words: Social Communication, Urban Sufisme, KH Luqman Hakim’s Recitation Group
Kata Kunci : Komunikasi