Laporkan Masalah

SEKOLAH INKLUSI DAN SEMANGAT ANTIDISKRIMINASI LAYANAN PENDIDIKAN BAGI DIFABEL

PRATIWI, Sunyoto Usman

2009 | Skripsi | Sosiologi

Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui proses belajar dalam pendidikan inklusi dan adanya perilaku diskriminasi terhadap difabel di SMA Pembangunan Yogyakarta selaku salah satu sekolah inklusi. Semangat utama dari proses pendidikan inklusi yakni pemahaman kesadaran bertoleransi atas realitas keberbedaan. Munculnya sekolah inklusi diawali oleh gerakan difabel sebagai katalisator utama. SMA Pembangunan Yogyakarta dipilih sebagai obyek penelitian dari 80 sekolah inklusi yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk menjawab tujuan penelitian. Pedoman wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data primer. Wawancara ditujukan kepada semua subjek dalam sekolah seperti guru mata pelajaran, guru pendamping khusus, siswa dan kepala sekolah. Studi pustaka tentang penelitian kebijakan pendidikan inklusi sebelumnya dan observasi terhadap sarana sekolah inklusi juga digunakan untuk pengumpulan data sekunder. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa modifikasi proses mengajar dapat menurunkan diskriminasi terhadap difabel. Beberapa siswa menunjukan perilaku diskriminatif terhadap teman sekelasnya yang difabel, namun modifikasi proses mengajar dan lingkungan belajar oleh guru dapat menguranginya. Terdapat kebijakan-kebijakan pendidikan seperti standarnilai ujian akhir nasional, standar kurikulum, dan pembatasan akses masuk ke sekolah inklusi bagi tunagrahita yang bertolak belakang dengan semangat inklusi. Kebijakan tersebut dapat menghambat proses pengajaran dalam sekolah inklusi. Masih terdapat guru yang peduli difabel, melibatkan difabel dan mengambil upaya maksimal untuk mengajar siswa yang berbeda-beda, sehingga, hasil akademis siswa lebih optimal dan perlakuan diskriminasi terhadap siswa difabel berkurang. Hasil penelitian ini telah menunjukan bahwa diskriminasi dalam sekolah inklusi masih ada. Upaya pengurangan diskriminasi dalam proses pendidikan inklusi tertekan oleh beberapa kebijakan pendidikan yang tidak mendukung. Diskriminasi yang ada tidak menghambat eksistensi pendidikan inklusi. Terdapat beberapa jenis kekuatan yang dapat mendukung eksistensi sekolah inklusi seperti teknis modifikasi kurikulum, kebutuhan untuk mencapai prestasi dari siswa difabel dan perjuangan yang konsisten dari katalisator utama sekolah inklusi. Kata kunci: siswa difabel, sekolah inklusi, diskriminasi.

Kata Kunci : Difabel; Pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.