EKSISTENSI RADIO KOMUNITAS ANGKRINGAN SEBAGAI ALAT REVITALISASI INISIATIF LOKAL WARGA TIMBULHARJO
Indah Widyaning Ayu, Budi Sayoga
2009 | Skripsi | Ilmu KomunikasiKata kunci: komunitas, inisiatif lokal, partisipasi Radio komunitas, sebuah media demokrasi masyarakat yang unik. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, semuanya dilakukan oleh masyarakat sebagai anggota komunitas. Sesuai dengan prinsip demokrasi, yaitu dari, oleh, dan untuk masyarakat. Partisipasi masyarakat, yang di dalam skripsi ini akan disebut dengan “inisiatif lokal” merupakan inti dari sebuah radio komunitas. Radio komunitas memang tak selalu bisa berdiri tegak karena mengalami berbagai kendala manajerial. Regulasi yang menyebutkan bahwa radio komunitas adalah organisasi nirlaba menjadi salah satu kendala hidup sebuah radio komunitas. Akan tetapi, radio komunitas harus tetap bertahan untuk memberdayakan masyarakat. Radio Angkringan pun berusaha untuk memenuhi peran tersebut. Radio Komunitas Angkringan hingga saat ini masih bertahan meski radio - radio komunitas yang lain satu-persatu tenggelam oleh waktu. Keberadaan radio ini tentunya menjadi salah satu alat untuk merevitalisasi inisiatif lokal warga Timbulharjo. Merevitalisasi di sini maksudnya adalah “pemberdayaan”. Sedangkan pihak yang diberdayakan adalah warga sebagai anggota komunitas, sehingga diharapkan munculnya “partisipasi aktif masyarakat” atau dikenal dengan istilah “inisiatif lokal”. Bagaimana Radio Komunitas Angkringan bisa merevitalisasi inisiatif lokal warga Timbulharjo di tengah-tengah masalah internal yang tengah dihadapi menjadi ulasan utama. Tentunya masalah- masalah tersebut harus segera diatasi agar Radio Angkringan bisa melaksanakan perannya bagi masyarakat. Kendala-kendala akan dijabarkan, beberapa solusi pun akan dihadirkan.
Kata Kunci : Radio