Pemberdayaan Keluarga dalam Program Penanggulangan Gizi Buruk di Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung
RATIH RIZKI PUSPITA, H. Suharyanto
2009 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Intisari Kasus Gizi masih merupakan masalah serius pada sebagian besar Kabupaten/Kota tak terkecuali di Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Hal ini membuat pemerintah setempat tidak berdiam diri. Pemerintah memberikan program pemberdayaan keluarga. Pemerintah memberikan bantuan berupa ternak dan mesin jahit. Dengan pemberian bantuan dalam rangka pemberdayaan keluarga para penderita gizi buruk diharapkan benar-benar berdaya dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya serta mampu mencukupi asupan gizi mereka setelah datangnya bantuan. Dari program pemberdayaan keluarga akan diketahui apakah program pemberdayaan keluarga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya serta mencukupi asupan gizi keluarga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemberdayaan, Pemberdayaan dalam penelitian ini adalah sebuah upaya memberikan daya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang dalam kondisi belum mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan khususnya bagi keluarga penderita gizi buruk. Selain itu digunakan pula teori tentang koordinasi, komitmen birokrasi dan partisipasi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian naturalistik. Operasionalisasi dalam pengumpulan data adalah dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan secara induktif. Program pemberdayaan keluarga hadir untuk memampukan para penderita gizi buruk terutama dalam mencukupi asupan gizi. Adanya koordinasi antar stakeholders, komitmen birokrasi dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para penderita gizi buruk. Program yang dijalankan oleh pemerintah belum mampu memberikan sumbangan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga penderita gizi buruk secara sustainable. Komitmen yang baik dari pemerintah seringkali terkendala masalah dana. Selain itu kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pemberdayaan keluarga masih kurang. Saran yang dapat diberikan di antaranya adalah melakukan diperlukan adanya sebuah kerjasama dengan pihak swasta, peningkatan intensitas pertemuan rutin antara Dinas Kesehatan dan Kantor Ketahanan Pangan dan menjaga hubungan baik yang terjalin antara Dinas Kesehatan dan Pelaksana teknis di lapangan. Selain itu Pemerintah hendaknya memperhatikan masyarakat yang masih enggan berpartisipasi dalam kegiatan yang dijalankan pemerintah. Dalam kegiatan posyandu misalnya. Jika kesadaran masyarakat memang masih rendah, kader diharapkan mau secara sukarela mendatangi masyarakat yang tidak berpartisipasi secara door to door. Kata Kunci : Pemberdayaan keluarga, gizi buruk, koordinasi antar stakeholders, komitmen birokrasi, partisipasi masyarakat.
Kata Kunci : Gizi