Laporkan Masalah

CITRA AMERIKA SERIKAT DALAM FILM

R. GALIH AGUSTA RISDIPUTRO, Budhy Komarul Zaman

2009 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Dari apa yang peneliti dapatkan melalui proses penelitian mengenai citra Amerika Serikat dalam film Hollywood, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa citra Amerika dalam film tidak jauh berbeda antara film yang satu dengan film yang lain. Melalui penelitian ini ditemui bahwa untuk penggambaran karakteristik, antara tokoh utama pada satu film dengan tokoh utama pada film lainnya, rata-rata memiliki karakter yang sama. Ditemukan bahwa citra ketegarannya adalah cukup, citra moral dinilai tinggi, citra ego dinilai kuat dan citra kreativitasnya dinilai cukup. Demikian pula untuk penggambaran ethos yang merujuk ke si tokoh utama, dimana untuk kategori kredibilitas mereka cenderung digambarkan memiliki kemampuan yang tinggi, baik dalam soal keahlian di bidangnya, maupun soal dapat dipercaya. Merujuk pada realitas sehari-hari, pada kenyataannya, di kota-kota besar di Amerika – yang juga menjadi setting sebagian besar film-film Hollywood – para warganya, baik yang belum menikah maupun yang menikah, cenderung memiliki karakter seperti yang tergambar dalam film Hollywood itu. Kenyataan ini pada dasarnya dikarenakan situasi kompetitif di kota-kota besar, yang mendorong setiap warganya, baik pria maupun wanita, untuk gigih dalam bersaing demi mempertahankan hidupnya. Namun demikian, walaupun dalam film hollywood, sebagian tokohnya digambarkan memiliki karakter seperti yang tersebut di atas, mereka tidak lepas dari tekanan yang berhubungan dengan keberadaan mereka sebagai seorang warga Amerika (lihat bab III). Sebagian besar tokoh ditampilkan memperolah tekanan atau menjadi korban dari tekanan sekelompok orang yang dianggap sebagai kelompok anti-Amerika. Jika kita merujuk pada realitas sosial di Amerika sendiri, penggambaran tersebut memang benar, dimana beberapa tahun belakangan, marak berita-berita mengenai serangan teroris terhadap warga amerika, baik di dalam maupun di luar negeri. Dalam beberapa film yang menjadi sampel, inti cerita terletak pada upaya tokoh utama itu dalam memperjuangkan hak-haknya secara hukum yang berlaku di negara Amerika Serikat, serta lebih kepada perjuangan untuk balas dendam. Akan tetapi, tekanan yang ditampilkan sedikit diimbangi dengan diperlihatkannya dukungan dari masyarakat atau aparat sekitar terhadap tokoh utama, misalnya dengan membantu mereka di jalur hukum. Seperti tokoh Ronald Fleuty dalam “The Kingdom”, yang mendapatkan bantuan dari beberapa polisi Arab Saudi dalam menyelidiki kasus serangan teroris di Riyadh. Dalam perjuangannya, beberapa tokoh utama seakan dipaksa untuk berusaha sendirian dalam berjuang, dan inilah yang menyebabkan karakter ego mereka, yang berhubungan dengan keberanian, pantang menyerah, dan keyakinan, dinilai tinggi. Penggambaran ini seakan menanamkan persepsi dalam masyarakat bahwa orang Amerika mampu berjuang sendirian, padahal tidak seorangpun yang mampu menjalani hidup dan mengatasi masalahnya sendirian, karena manusia adalah makhluk sosial. Tekanan ini juga diakui oleh beberapa tokoh-tokoh utama itu, yang bisa dilihat dalam pendapat mereka tentang keberadaan seorang Amerika secara umum dan secara khusus. Melalui pendapat-pendapat tersebut seakan-akan penulis skenario hendak memberitahukan bahwa sekeras-kerasnya dan setegar-tegarnya seorang Amerika sekalipun, dia adalah tetap seorang manusia yang mempunyai kelemahan, dan tidak boleh melupakan kelemahannya sebagai seorang manusia. Seperti apa yang diungkapkan oleh presiden George W. Bush dalam “Fahrenheit 9/11, tokoh Jason Bourne dalam “The Bourne Ulitmatum”, tokoh Arian dan Ernest dalam “Lions for Lambs” dan tokoh Ben Sliney dalam film “United 93”. Film-film Hollywood juga cenderung menampilkan tokoh utamanya sebagai seorang pria atau wanita berumur sekitar 20-40 tahun, dimana memang pada umur-umur itulah banyak hal-hal menarik dan menantang yang ditemui setiap manusia umumnya. Tokoh pria dan wanita dalam film Hollywood juga lebih banyak digambarkan sebagai single man/ woman atau belum menikah. Jika citra Amerika Serikat dalam film dihubungkan dengan citra bangsa Amerika saat ini, maka memang terlihat ada adopsi realitas secara eksternal, dalam arti tokoh utama dalam film-film tersebut digambarkan bekerja di instansi-instansi pemerintah dan mempunyai tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Merujuk pada realitas di Amerika dalam dekade terakhir, memang terlihat adanya peningkatan ketidakpercayaan rakyat Amerika terhadap kinerja badan-badan pemerintah, dikarenakan ulah aparat-aparat mereka yang terkesan menghalalkan segala cara dalam menjalankan tugas-tugasnya. Namun secara internal, realitas yang ditampilkan masih mengalami distorsi, dimana para agen-agen tersebut ditampilkan dengan gambaran yang masih mengacu pada stereotip tradisional tentang watak aparat pemerintahan Amerika Serikat. Jadi peneliti menyimpulkan bahwa relitas gambaran Amerika Serikat yang ditampilkan dalam film hollywood merupakan realitas kamera yang merupakan wujud perpaduan realitas obyektif yaitu realitas yang ditemui sehari-hari, dan realitas subyektif yaitu realitas hasil persepsi si pembuat naskah film.

Kata Kunci : Film Amerika


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.